REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengimbau pemerintah daerah, termasuk kepala desa dan kepala dusun, untuk aktif memantau kondisi warga, terutama kelompok rentan. Langkah ini penting untuk mencegah insiden tragis seperti yang dialami seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, kembali terulang.
Prasetyo menekankan pentingnya proaktif dalam monitoring warga dan melaporkan apabila ada yang belum terdaftar sebagai penerima manfaat dari program pemerintah. Hal ini disampaikan Prasetyo saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (4/2) malam. "Kepala desa atau kepala dusun harus terus memantau dan melaporkan kondisi warga," ujarnya.
Dalam upaya mencegah insiden serupa, Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah akan mencari cara-cara efektf. Saat ini, dia telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.
Prasetyo menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. "Kita harus memastikan intervensi pemerintah menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama yang paling rentan," tambahnya.
Evaluasi Kebijakan Penghapusan Kemiskinan
Prasetyo juga menyatakan bahwa insiden di NTT menjadi bahan evaluasi kebijakan penghapusan kemiskinan yang sedang berlangsung. "Ini bagian dari evaluasi menyeluruh, termasuk masalah pendataan dan kepedulian sosial," katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Insiden tersebut melibatkan seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada yang mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan surat untuk ibunya. Korban tinggal bersama neneknya karena ibunya, seorang petani dan pekerja serabutan, mengurusi lima anak sendirian.