Jakarta, VIVA – Upaya Inara Rusli untuk kembali bersama ketiga anaknya kini memasuki babak serius. Sejak November 2025, anak-anak tersebut diketahui tinggal bersama Virgoun dan belum kembali ke pengasuhan Inara hingga saat ini. Situasi ini mendorong Inara mengambil langkah hukum demi memperjuangkan hak asuh yang sebelumnya telah ditetapkan kepadanya.
Perpindahan anak-anak ke pihak Virgoun terjadi usai Inara terseret kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan dengan Insanul Fahmi, yang dilaporkan oleh Wardatina Mawa. Sejak saat itu, Inara mengaku kesulitan bertemu dengan buah hatinya, bahkan merasa akses komunikasi dan pertemuan kerap dipersulit. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Untuk mencari jalan keluar, Inara melapor ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dengan harapan Virgoun bersedia mengembalikan anak-anak tersebut secara baik-baik. Namun, jika langkah persuasif tak membuahkan hasil, pihak Inara menyatakan siap menempuh jalur hukum.
"Bila mana hal terburuk, tidak mencapai titik temu, maka kami selaku kuasa hukum akan melakukan upaya hukum terhadap anak, salah satunya kita ke pengadilan untuk eksekusi atau nanti kita membuat LP," ungkap Daru Quthny, kuasa hukum Inara di Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Daru menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan sikap bijak dan tidak ingin memperkeruh suasana.
"Dalam hal ini kita bijaklah, kita baik. Kita tidak menuding V itu melakukan penculikan, tetapi tidak mengembalikan haknya daripada Inara Rusli sebagai pemilik hak asuh anak," lanjutnya.
Selain persoalan hak asuh, kondisi kesehatan anak-anak juga menjadi alasan kuat Inara memperjuangkan kepulangan mereka. Tim kuasa hukum menyebut ketiga anak mengalami gangguan kesehatan sejak tinggal di lingkungan yang dipenuhi perokok aktif.
"Anak-anak sudah batuk selama hampir sebulan dan tidak sembuh-sembuh karena terpapar dari orang-orang yang berada di rumah tersebut yang hampir semuanya itu merokok aktif," ungkap Herlina, kuasa hukum Inara lainnya.
Tak hanya fisik, kondisi mental anak-anak juga disebut terdampak. Mereka dikabarkan mengalami tekanan psikologis akibat terpaan pemberitaan negatif dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada sang ibu.
"Pengakuan anak-anak tersebut di atas dan berita hoax serta hate speech terhadap Inara yang disampaikan ibu Eva Manurung di media hingga saat ini jejak digital masih tersebar, mengakibatkan anak-anak mengalami penurunan kondisi psikis dan kesehatan secara signifikan," beber Herlina.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4255388/original/099094100_1670573986-20221209-Cuaca-Ekstrem-Faizal-4.jpg)


