Jakarta, VIVA – Pernah merasa heran melihat orang yang tampaknya santai, jarang lembur, tapi kariernya terus melesat? Sementara kita sudah bekerja 10–12 jam sehari, mereka justru terlihat “mengalir” dalam kesuksesan.
Orang-orang yang benar-benar sukses ternyata tidak selalu bekerja paling keras, tetapi bekerja paling cerdas. Mereka memiliki kebiasaan kecil, nyaris tak terlihat, namun dampaknya besar dan terus bertumpuk dari waktu ke waktu. Melansir dari Global English Editing, berikut sembilan kebiasaan tenang yang sering dilakukan orang sukses tanpa harus mengorbankan kesehatan dan kehidupan pribadi.
Orang sukses tahu kapan otak mereka bekerja paling optimal. Waktu ini tidak mereka gunakan untuk rapat, membalas email, atau urusan sepele lainnya. Jam produktif digunakan hanya untuk pekerjaan terpenting. Semua aktivitas lain disesuaikan mengelilinginya. Mereka sadar, satu jam fokus penuh jauh lebih berharga daripada lima jam kerja setengah hati.
2. Lebih Sering Mengatakan “Tidak”Setiap “iya” berarti menolak sesuatu yang lain. Orang sukses memahami hal ini dengan baik. Mereka tidak anti peluang, tetapi sangat selektif. Undangan rapat, proyek tambahan, hingga ajakan kolaborasi dipilah dengan cermat. Hanya hal yang benar-benar berdampak besar yang mereka terima.
3. Fokus Membangun Sistem, Bukan Sekadar UsahaAlih-alih mengulang pekerjaan manual setiap hari, mereka memilih membangun sistem. Otomatisasi, delegasi, dan alat kerja menjadi investasi utama. Mereka rela meluangkan waktu di awal untuk membuat proses yang lebih efisien, agar ke depannya tidak perlu bekerja lebih lama untuk hasil yang sama.
4. Memilih Relasi Mendalam, Bukan Sekadar Banyak KenalanOrang sukses tidak mengejar jaringan luas tanpa makna. Mereka lebih memilih hubungan yang kuat, saling percaya, dan jujur. Satu relasi yang benar-benar mendukung jauh lebih bernilai dibanding ratusan koneksi yang hanya sebatas formalitas.
5. Beristirahat Sebelum Tubuh MemintaBeristirahat bukan tanda malas, melainkan strategi. Orang sukses mengambil jeda sebelum kelelahan datang. Mereka berjalan kaki, liburan, atau menjalani hobi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Dari situlah sering muncul ide-ide terbaik dan solusi tak terduga.


