GenPI.co - Jamiluddin Ritonga merespons terkait adanya gelombang penolakan terhadap keputusan Indonesia masuk Dewan Perdamaian, organisasi gagasan Donald Trump.
Pengamat politik tersebut menilai munculnya penolakan itu, karena kurangnya komunikasi publik Kemenlu.
“Tidak ada komunikasi, menjadi penyebab munculnya reaksi menolak keputusan masuk Dewan Perdamaian,” katanya dikutip dari JPNN, Kamis (5/2).
Eks Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu pun yakin pemerintah telah melakukan kajian dengan matang, sebelum memutuskan bergabung dalam organisasi tersebut.
Dia hanya menyoroti komunikasi publik mengenai kajian itu, yang tak disampaikan dengan cepat dan tepat ke publik.
Jamiluddin menyampaikan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah eks menlu dan wamenlu, adalah upaya komunikasi soal Dewan Perdamaian itu.
“Setidaknya, bisa ada kesepahaman mengemai keputusan Indonesia masuk Dewan Perdamaian untuk Gaza,” ujarnya.
Dia menilai aspek komunikasi menjadi hal vital, karena berisiko memunculkan perbedaan pemahaman mengenai organisasi yang dibentuk Presiden AS itu.
Jamiluddin mengatakan komunikasi publik terkait Dewan Perdamaian ini, bisa menjadi pelajaran Menlu Sugiono.
“Kiranya jadi pembelajaran Menlu Sugiono. Keputusan yang baik, bisa ditanggapi negatif, jika tidak ada komunikasi. Jadi, menlu sebaiknya lebih terbuka,” ucapnya. (ast/jpnn)
Video seru hari ini:

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492134/original/084167900_1770123823-1.jpg)


