Danantara Pacu Pabrik Slab Krakatau Steel (KRAS), Tekan Impor Baja

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia bakal memperkuat kemandirian industri baja nasional dengan membangun pabrik slab di Cilegon, Banten. Pabrik ini bakal memiliki kapasitas produksi hingga 3 juta ton per tahun. 

COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pembangunan pabrik itu merupakan inisiatif mandiri Danantara melalui PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) dan bukan merupakan investasi bersama mitra luar.

Langkah tersebut, kata Dony, bertujuan untuk memutus ketergantungan impor bahan baku baja yang selama ini masih mendominasi pasar domestik.

“Kami mulai main lagi di upstream. Kami melakukan groundbreaking untuk pembangunan pabrik slab kita sendiri, sekarang kan slab masih impor. Nanti kita punya pabrik slab-nya sendiri,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Pembangunan pabrik slab sekaligus menjadi momentum bagi Krakatau Steel yang dinilai mulai sehat secara finansial usai diintervensi Danantara. Menurut Dony, kondisi keuangan perseroan telah dirapikan, model bisnis dioptimalkan, sehingga KRAS kini siap kembali bermain di sektor hulu industri baja.

Slab adalah produk baja setengah jadi berbentuk lempengan datar dan persegi panjang, yang dihasilkan dari baja cair dan menjadi bahan baku utama untuk proses penggulungan menjadi pelat, gulungan, dan lembaran baja.

Baca Juga

  • Danantara Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Semester II/2026
  • Krakatau Steel (KRAS) Catat Ekuitas Meroket 99% pada 2025 Efek Suntikan Danantara
  • Bos KRAS Curhat Gempuran Produk China Buat Pabrik Baja di RI Bertumbangan

“Krakatau Steel memang kita sedang melakukan penyehatan, sekarang kondisi keuangannya sudah mulai sehat, sudah kami rapikan. Kami mulai main lagi di upstream-nya, membangun pabrik slab,” pungkasnya.

Dony menambahkan bahwa Danantara fokus pada pengembangan industri baja terintegrasi, mulai dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream).

Strategi itu dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan basis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan didorong sektor industri, bukan lagi semata-mata bergantung pada sumber daya alam mentah.

Dalam perkembangan lain, Danantara berencana melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking serentak untuk 6 proyek hilirisasi strategis pada pekan depan, Jumat (13/2/2026). 

Langkah ini merupakan bagian dari 18 proyek hilirisasi yang dikawal Danantara guna menggeser basis pertumbuhan ekonomi Indonesia, dari ketergantungan pada sumber daya alam mentah menuju negara berbasis industri.

Dony menyampaikan bahwa proyek yang akan segera dimulai tersebut mencakup sektor industri baja, aluminium, hingga energi hijau.

“Minggu depan, kurang lebih hari Jumat, kami akan melakukan 6 groundbreaking. Ini artinya Indonesia sudah siap menjadi negara berbasis industri,” pungkas Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN. 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ahli BRIN: Proyek Giant Sea Wall Membebani Tanah, Berpotensi Tenggelamkan Pesisir Jawa
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT
• 10 menit lalumatamata.com
thumb
Gempa Guncang Pasaman Pagi Ini, Terasa hingga Bukittinggi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jakarta Pertamina Enduro Siap Jalani Laga Kandang Pertama Proliga 2026, Hadapi Jakarta Electric
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Kontrak Baru WIKA Beton (WTON) Rp 4 Triliun, dari Proyek MRT hingga Data Center
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.