Dino Patti Djalal: Tak Ada Opsi Lain Selain Board of Peace, Langkah Prabowo Realistis

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) memiliki pendekatan yang realistis.

Menurut Dino, saat ini Board of Peace merupakan satu-satunya opsi yang tersedia di tengah kompleksitas konflik yang berlangsung.

“Kesan saya adalah beliau Presiden Prabowo itu mempunyai pendekatan yang realistis mengenai ini. Realistis dalam arti apa? Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace, tidak ada opsi lain,” ujar Dino usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 4 Februari 2026.

BACA JUGA:Waka Komisi X DPR: Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan

BACA JUGA:Eks Menlu: RI Gabung Board of Peace Usai Konsultasi dengan Negara Mayoritas Muslim

Dino juga menegaskan bahwa Board of Peace bukanlah solusi instan, melainkan sebuah upaya yang sarat dengan risiko dan ketidakpastian.

Namun demikian, Presiden Prabowo dinilai memahami secara utuh potensi tantangan tersebut, termasuk risiko geopolitik yang melibatkan berbagai aktor internasional.

“Tapi intinya ini adalah suatu eksperimen dan bukan obat yang ampuh, yang bisa menyembuhkan penyakit, segala penyakit. Dan saya melihat beliau realistis mengenai hal ini,” lanjut Dino.

Ia juga menyoroti penekanan Presiden Prabowo pada pentingnya menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam sebagai faktor penyeimbang dalam proses tersebut.

Lebih lanjut, Dino mengapresiasi sikap kehati-hatian Presiden Prabowo yang tetap berpegang pada prinsip dan kepentingan nasional Indonesia, termasuk kesiapan untuk menarik diri apabila kebijakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai dasar Indonesia.

BACA JUGA:Anak Buah Kena OTT di Banjarmasin, Purbaya Tak Akan Intervensi Hukum

BACA JUGA:Jadwal Resmi Cuti Bersama ASN 2026 Diumumkan Prabowo, Total Ada 8 Hari

“Yang saya paling suka dan ini align juga dengan posisi Foreign Policy Community of Indonesia adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyoroti pentingnya proses konsultasi yang telah dilalui Indonesia sebelum memutuskan bergabung dalam Board of Peace.

Ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui dialog intensif dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Manajer Persib Umuh Muchtar Konfirmasi Kedatangan Striker Baru Asal Spanyol
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
19 Investor Besar Australia Kunjungi Indonesia, Temui Danantara
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemkab Sidoarjo Kebut Perbaikan 16 Ruas Jalan Pekan Ini
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mauro Zijlstra Resmi Direkrut Persija & Dikontrak 2,5 Tahun
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kemendag Telah Sita Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 248 Miliar Sejak 2022
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.