GenPI.co - Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menyoroti peristiwa siswa SD di NTT, yang bunuh diduga karena faktor ekonomi.
Hensa awalnya menyinggung bursa saham yang jatuh, dan target pertumbuhan perekonomian Indonesia, mencapai 6 persen pada 2026.
“Saat bursa saham jatuh, pemain saham bingung. Saat (Menkeu) Purbaya tetap optimistis 6 persen (pertumbuhan ekonomi),” katanya dikutip dari akun X, Kamis (5/2).
Dia juga menyentil, ahli ekonomi yang memberikan analisis, hingga para politisi yang menyampaikan janji-janji.
“Saat ijazah masih misteri dan penguasa berpidato lantang, ada anak SD diduga bunuh diri, karena tak bisa membeli alat tulis. Apa benar, kita sudah merdeka,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan pihaknya mengirimkan konselor psikologi untuk pendampingan keluarga dari siswa itu.
Dia mengungkapkan motif korban yang bunuh diri dengan gantung diri, karena permasalahan ekonomi.
“Sesuai hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara, motifnya kecewa. Tetapi, perlu didalami lagi,” katanya dikutip dari Antara.
Sebelumnya, siswa SD tersebut, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di Pohon Cengkih pada Kamis (29/1).
Korban yang merupakan siswa kelas IV SD itu, ditemukan di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. (*)
Simak video menarik berikut:





