JAKARTA, KOMPAS.TV - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya mendukung penuh langkah aparat penegak hukum yang tengah mendalami praktik saham gorengan di pasar modal.
Sejumlah kasus bahkan telah masuk tahap penetapan tersangka, menandai eskalasi serius dalam upaya membersihkan bursa dari praktik manipulatif.
OJK menilai, penegakan hukum menjadi fondasi utama untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.
Tanpa langkah tegas, pasar dinilai sulit berjalan secara sehat, adil, dan berkelanjutan.
Dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2), Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan.
“Ini sejalan dengan percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal, penegakan hukum merupakan bagian dari upaya menjaga integritas dan kepercayaan terhadap pasar modal,” kata Hasan seperti mengutip Kompas.id, Rabu (4/2)..
Baca Juga: CEO Danantara Rosan Roeslani Dukung Reformasi OJK-BEI demi Kepercayaan Investor
Pernyataan tersebut disampaikan Hasan saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ia juga menyoroti dinamika pasar yang tetap bergerak di tengah sentimen negatif.
Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 7.922,73, tetapi data BEI menunjukkan adanya pembelian bersih asing, terutama pada saham sektor perbankan, telekomunikasi, energi, dan pertambangan.
Hasan menambahkan, OJK memberi perhatian serius pada penguatan pengawasan pasar modal dan siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta seluruh pemangku kepentingan sesuai kewenangan masing-masing.
Di sisi lain, aparat kepolisian terus memperluas penyidikan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- ojk
- saham gorengan
- pasar modal
- bareskrim polri
- ipo bermasalah
- bursa efek indonesia




