Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika negara itu tidak menyepakati perjanjian yang mengatur program nuklirnya.
IDXChannel - Harga minyak dunia melonjak pada Rabu (4/2/2026) di tengah ketidakpastian perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan Jumat pekan ini.
Melansir Investing, minyak mentah AS naik USD1,93 atau 3,05 persen, ditutup di USD65,14 per barel. Patokan global Brent naik USD2,13, atau 3,16 persen menjadi USD69,46 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika negara itu tidak menyepakati perjanjian yang mengatur program nuklirnya.
Konflik AS dengan Iran dapat mengganggu pasokan minyak mentah di Timur Tengah. Iran merupakan anggota OPEC dan produsen minyak yang signifikan.
Namun, rencana pembicaraan antara AS dan Iran sedikit meredakan ketegangan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan diskusi dengan AS mengenai program nuklir Republik Islam akan berlangsung pada Jumat pukul pukul 10.00 di Muscat, Oman.
Rencana pembicaraan tersebut hampir batal pada Rabu setelah Washington dan Teheran tidak dapat menyepakati lokasi dan format, menurut laporan Axios yang mengutip dua pejabat AS. Namun, para pemimpin Timur Tengah berhasil melobi AS agar tidak meninggalkan pembahasan tersebut.
Harga minyak Sepanjang pekan ini bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan isu deeskalasi AS–Iran dan kekhawatiran terganggunya pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Jalur ini menjadi urat nadi perdagangan energi global di mana sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewatinya.
"Jika konflik terbuka terjadi di Iran, sekitar 3,4 juta barel per hari pasokan minyak berisiko terganggu. Namun yang lebih krusial adalah kontrol Iran atas Selat Hormuz,” kata Direktur Energi dan Kilang ICIS, Ajay Parmar.
(NIA DEVIYANA)




