Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Prabowo kumpulkan tokoh hubungan internasional untuk menyamakan frekuensi kebijakan politik luar negeri.
  • Diskusi berlangsung terbuka dan saling memperkuat meskipun terdapat berbagai perspektif yang berbeda.
  • Pemerintah berencana menjadikan diskusi kebijakan luar negeri bersama para pakar sebagai agenda rutin.

Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono membeberkan poin-poin krusial dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh diplomasi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

Pertemuan yang berlangsung intensif selama kurang lebih tiga jam tersebut dihadiri oleh para mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, anggota Komisi I DPR, pengamat hubungan internasional, akademisi, hingga praktisi diplomasi.

Sugiono menjelaskan bahwa agenda tersebut digelar untuk mendiskusikan serta menyelaraskan arah politik luar negeri di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Beliau, selaku kepala negara dan kepala pemerintahan, memegang mandat penuh sebagai penentu arah kebijakan dan politik luar negeri Indonesia," ujar Sugiono usai pertemuan tersebut.

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan menlu dan sejumlah tokoh diplomasi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026). [Dok. Biro Pers Istana]

Diskusi berlangsung secara terbuka dan dua arah. Prabowo secara aktif mendengarkan berbagai masukan untuk memperkuat formulasi kebijakan yang tengah dirumuskan pemerintah.

"Para tokoh menyampaikan pandangan, pemikiran, serta pertimbangan mereka. Secara garis besar, apa yang disampaikan sudah koheren dan sejalan dengan pemikiran Presiden, sehingga diskusi ini sifatnya saling memperkuat," jelas Sugiono.

Menlu menilai tidak ada pertentangan tajam dalam pertemuan tersebut, meskipun terdapat keragaman sudut pandang dalam melihat dinamika global.

"Saya tidak melihat adanya pro dan kontra, namun memang ada perspektif berbeda yang dibicarakan. Pada akhirnya, semua pihak memiliki visi yang sama mengenai politik luar negeri kita," tambahnya.

Pertemuan strategis ini diharapkan dapat menyamakan "frekuensi" serta memperdalam pemahaman bersama mengenai arah kebijakan pemerintah di kancah internasional. Ke depan, Sugiono menyebutkan bahwa forum serupa akan dijadikan sebagai agenda rutin.

Baca Juga: Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka

"Sesuai arahan Presiden, acara serupa akan dijadikan agenda rutin agar tercapai pemahaman yang seragam mengenai arah serta kebijakan politik luar negeri pemerintah," pungkas Sugiono.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gubernur Jateng Berencana Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tegal
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Amankan 3 Orang dalam OTT di Banjarmasin, Sudah Tiba di Gedung Merah Putih
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ekskavator Lepas dari Truk di Sitinjau Lauik, Penumpang Panik Berhamburan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Sekolah Tanggap Bencana Digelar di SMAN 12 Kupang
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Purbaya dan Konsensus Ekonom Kompak Ramal Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,1%
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.