Menjajal perdana mobil listrik Changan Deepal S07 merupakan salah satu berita populer pembaca kumparanOTO, Rabu (4/2).
Kemudian pelajaran dari kecelakaan fatal jip di bahu jalan tol, serta inovasi dan teknologi yang kembangkan Mercedes-Benz.
Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.
Mencoba Changan Deepal S07 Rute Garut–Jakarta, Apa Istimewanya?Artikel ini merangkum pengalaman uji coba mobil listrik Changan Deepal S07 yang menempuh rute menantang dari Garut ke Jakarta, menunjukkan performa dan kestabilannya di berbagai kontur jalan. Pengendara akan merasakan respons tenaga instan khas mobil listrik yang dipadukan dengan desain Tech Sporty futuristik.
Deepal S07 tidak hanya unggul dalam performa, tetapi juga menawarkan kenyamanan kabin premium dengan fitur-fitur seperti HUD, layar Sunflower Screen 15,6 inci, dan ADAS untuk perjalanan jarak jauh. Dengan baterai 79,9 kWh, SUV ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 560 km (NEDC) dan mendukung DC fast charging, menjadikannya pilihan ideal untuk perjalanan bersama keluarga.
Belajar dari Kasus Kecelakaan Jetour di Tol JagorawiKasus kecelakaan fatal sebuah jip di ruas tol Jagorawi kembali menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bahaya melintasi bahu jalan. Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menekankan bahwa kecepatan berlebih di bahu jalan merupakan penyebab umum kecelakaan serius yang sering terjadi.
Bahu jalan dirancang bukan untuk mendahului, memiliki karakteristik permukaan yang berbeda, sempit, dan rawan blindspot, membuatnya sangat berbahaya untuk dilintasi. Pola pikir yang sehat dan pemahaman akan aturan lalu lintas sangat krusial untuk mencegah perilaku ceroboh yang dapat berakibat fatal.
Dari ABS hingga Airbag: Jejak Inovasi Mercedes-Benz untuk Industri OtomotifMercedes-Benz secara konsisten menunjukkan perannya sebagai pionir dalam inovasi otomotif, terutama dalam pengembangan fitur keselamatan yang kini menjadi standar global. Komitmen terhadap keamanan telah terukir sejak lebih dari lima dekade lalu, menjadikan mereka salah satu pengembang teknologi berkendara paling berpengaruh.
Mercedes-Benz adalah pelopor dalam menghadirkan sistem rem ABS pada S-Class W116 tahun 1972, kemudian kantung udara pengemudi (airbag) dan sabuk pengaman pretensioner pada W126 tahun 1981, serta ESP pada W140 tahun 1995. Inovasi-inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai prestise kendaraan Mercedes-Benz tetapi juga mentransformasi standar keselamatan seluruh industri otomotif.


