FAJAR, PADANG – Semen Padang FC melakukan langkah mengejutkan di detik-detik akhir bursa transfer Super League. Manajemen tim berjuluk Kabau Sirah ini resmi mengamankan jasa Diego Mauricio.
Striker asal Brasil itu baru saja dibuang Persebaya Surabaya, karena mandul. Performanya dianggap tidak memenuhi ekspektasi.
Kepastian bergabungnya bomber berusia 34 tahun ini diumumkan langsung oleh penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade.
Melalui unggahan di media sosial, ia memastikan bahwa Mauricio akan menjadi tumpuan baru di lini depan tim untuk putaran kedua.
”Semen Padang FC @semenpadangfcid Resmi Rekrut Striker Asing dari Persebaya Diego Mauricio Machado de Brito,” tulis Andre melalui akun Instagram miliknya, @andre_rosiade, pada Rabu (4/2/2026).
Langkah perjudian ini diambil di tengah upaya Semen Padang untuk lepas dari jerat zona merah. Tim asuhan Dejan Antonic saat ini masih tertahan di peringkat 16 klasemen.
Catatannya di Super League cukup mengkhawatirkan. Mengemas 13 kekalahan dari 19 pertandingan yang telah dijalani.
Performa yang Kontras
Perekrutan ini memicu perdebatan di kalangan suporter mengingat rapor merah Mauricio bersama Persebaya. Selama putaran pertama, ia tercatat tampil sebanyak tujuh kali. Namun, ia gagal menyumbangkan satu pun gol maupun assist bagi Green Force.
Akun pemerhati transfer, @ngapakfootball, turut menyoroti kepindahan ini dengan memberikan catatan statistik sang pemain selama di Kota Pahlawan.
“Dilepas Persebaya, Diego Mauricio digaet Semen Padang FC untuk sisa putaran kedua Super League. Di Persebaya, Diego Mauricio bermain 7x di putaran pertama tanpa mencetak gol. Selamat Diego, semoga sukses di Semen Padang FC,” tulis akun tersebut.
Padahal, Mauricio datang ke Indonesia dengan profil mentereng sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub India, Odisha FC. Di Liga India, ia sukses membukukan 57 gol dan 19 assist dari 110 laga. Namun, ketajamannya seolah sirna saat beradaptasi dengan atmosfer sepak bola tanah air.
Rekam Jejak Diego Mauricio
Lahir di Rio de Janeiro pada 25 Juni 1991, pemain dengan tinggi 1,83 meter ini memiliki segudang pengalaman lintas benua. Berdasarkan data Transfermarkt, karier Mauricio mencakup liga-liga di Brasil, Portugal, Rusia, Korea Selatan, China, Qatar, hingga Arab Saudi.
Puncak kariernya tercatat saat membela Al-Shahania SC dan Odisha FC. Kini, Semen Padang berharap pengalaman panjang pemain dengan kaki dominan kanan ini bisa menjadi pembeda demi mengerek posisi tim di klasemen.
Strategi atau Kepanikan?
Memilih Mauricio adalah perjudian besar. Di satu sisi, ia tidak perlu lagi beradaptasi dengan cuaca dan budaya Indonesia karena sudah berada di sini sejak putaran pertama. Namun, secara mental, ia datang dengan beban “pemain gagal” dari klub sebelumnya.
Perekrutan di ujung bursa transfer sering kali bersifat reaktif. Semen Padang tampaknya membutuhkan target man yang memiliki fisik kuat untuk skema long ball Dejan Antonic, dan Mauricio secara profil fisik memenuhi kriteria tersebut.
Terkait mandulnya Mauricio di Persebaya bisa jadi karena ketidakcocokan dengan gaya main short pass yang cepat. Di Semen Padang yang cenderung bermain lebih pragmatis, ia mungkin mendapatkan lebih banyak ruang untuk memanfaatkan kekuatannya di dalam kotak penalti.
Dengan sisa pertandingan yang makin menipis, Semen Padang tidak punya banyak waktu. Jika Mauricio gagal meledak dalam 3-4 laga awal, langkah ini bisa disebut sebagai “panic buying” yang justru memperburuk peluang mereka bertahan di kasta tertinggi. (*)




