Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer pada Rabu (4/2) mengatakan mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat Peter Mandelson telah membohongi pemerintah terkait hubungannya dengan pemodal AS dan pelaku kejahatan seksual terpidana, Jeffrey Epstein.
Starmer mengatakan bahwa pemeriksaan pra-penunjukan Mandelson telah mengungkap keterkaitannya dengan Epstein.
Starmer menunjuk Mandelson sebagai duta besar pada Februari 2025. Namun, pada September tahun yang sama, Mandelson diberhentikan dari jabatannya karena keterkaitannya dengan Epstein. Pada Minggu, Mandelson mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Buruh.
"Ya, benar. Itulah sebabnya ia dicecar berbagai pertanyaan. Saya bermaksud mengungkapkan kepada Majelis [Rendah] ini seluruh dampak terhadap keamanan nasional dan hubungan internasional," kata Starmer.
Sang PM mengatakan hal itu di depan Majelis Rendah Inggris (DPR) saat ditanya pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch apakah pemeriksaan keamanan telah mengungkap hubungan Mandelson dengan Epstein sebelum ia ditunjuk.
Menurut Starmer, Mandelson "sepenuhnya menyalahartikan tingkat hubungannya dengan Epstein" dan berbohong sepanjang proses verifikasi.
"Ia berbohong berulang kali kepada tim saya ketika ditanya tentang hubungannya dengan Epstein, sebelum dan selama masa jabatannya sebagai duta besar. Saya menyesal telah menunjuknya. Jika saat itu saya tahu apa yang saya ketahui sekarang, ia tak akan pernah berada di lingkaran pemerintahan," kata Starmer.
Baca juga: Jutaan dokumen Epstein diungkap, Jaksa: Kami tidak lindungi siapa pun
Starmer menambahkan pemerintah tengah menyusun undang-undang untuk mencabut gelar kebangsawanan Mandelson dan Raja Charles III juga telah menyetujui pencopotan Mandelson dari Dewan Penasihat Kerajaan Inggris.
Menurut sang PM, skandal tersebut akan mendorong pembentukan undang-undang yang lebih luas untuk mencabut gelar dari bangsawan yang tersandung aib.
Mandelson untuk sementara masih mempertahankan gelar Lord karena aturan Dewan Bangsawan mengharuskan adanya undang-undang parlemen untuk mencabutnya.
Hal itu dikonfirmasi pada November 2025 saat upaya pencabutan gelar terhadap saudara Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor, terkait hubungannya dengan Epstein. Undang-undang Halsbury’s Laws of England menegaskan bahwa Raja Inggris pun bahkan tidak memiliki kewenangan tersebut.
Pada 30 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rampungnya publikasi dokumen terkait kasus Epstein. Dengan pengungkapan terbaru tersebut, total volume data yang dirilis melampaui 3,5 juta berkas.
Baca juga: Pasangan Clinton setuju bersaksi di DPR AS atas penyelidikan Epstein
Dokumen juga mencatat Mandelson menerima dana sebesar 75.000 dolar AS (sekitar Rp1,3 miliar saat ini) dari Epstein pada periode 2003–2004.
Harian The Sun melaporkan pada September 2025 bahwa Mandelson pada 2008 pernah meyakinkan Epstein bahwa "teman-temanmu tetap bersamamu dan mencintaimu" ketika pemodal AS itu terjerat kasus yang menuduhnya telah memaksa seorang gadis di bawah umur melakukan prostitusi.
Tak lama sebelum Epstein dijatuhi hukuman 18 bulan penjara melalui kesepakatan pengakuan bersalah, Mandelson dilaporkan mendesaknya untuk "berjuang" agar dibebaskan lebih cepat.
Dalam sejumlah surat, mantan duta besar itu juga menyatakan kemarahannya atas persidangan Epstein di Amerika Serikat dan mendorong sang pemodal untuk menyikapinya secara "filosofis."
Epstein ditemukan tewas bunuh diri di penjara New York pada 10 Agustus 2019.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Inggris selidiki mantan Dubes untuk AS terkait dokumen Jeffrey Epstein
Baca juga: Hakim AS batalkan sidang demi lindungi identitas korban Epstein
Starmer mengatakan bahwa pemeriksaan pra-penunjukan Mandelson telah mengungkap keterkaitannya dengan Epstein.
Starmer menunjuk Mandelson sebagai duta besar pada Februari 2025. Namun, pada September tahun yang sama, Mandelson diberhentikan dari jabatannya karena keterkaitannya dengan Epstein. Pada Minggu, Mandelson mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Buruh.
"Ya, benar. Itulah sebabnya ia dicecar berbagai pertanyaan. Saya bermaksud mengungkapkan kepada Majelis [Rendah] ini seluruh dampak terhadap keamanan nasional dan hubungan internasional," kata Starmer.
Sang PM mengatakan hal itu di depan Majelis Rendah Inggris (DPR) saat ditanya pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch apakah pemeriksaan keamanan telah mengungkap hubungan Mandelson dengan Epstein sebelum ia ditunjuk.
Menurut Starmer, Mandelson "sepenuhnya menyalahartikan tingkat hubungannya dengan Epstein" dan berbohong sepanjang proses verifikasi.
"Ia berbohong berulang kali kepada tim saya ketika ditanya tentang hubungannya dengan Epstein, sebelum dan selama masa jabatannya sebagai duta besar. Saya menyesal telah menunjuknya. Jika saat itu saya tahu apa yang saya ketahui sekarang, ia tak akan pernah berada di lingkaran pemerintahan," kata Starmer.
Baca juga: Jutaan dokumen Epstein diungkap, Jaksa: Kami tidak lindungi siapa pun
Starmer menambahkan pemerintah tengah menyusun undang-undang untuk mencabut gelar kebangsawanan Mandelson dan Raja Charles III juga telah menyetujui pencopotan Mandelson dari Dewan Penasihat Kerajaan Inggris.
Menurut sang PM, skandal tersebut akan mendorong pembentukan undang-undang yang lebih luas untuk mencabut gelar dari bangsawan yang tersandung aib.
Mandelson untuk sementara masih mempertahankan gelar Lord karena aturan Dewan Bangsawan mengharuskan adanya undang-undang parlemen untuk mencabutnya.
Hal itu dikonfirmasi pada November 2025 saat upaya pencabutan gelar terhadap saudara Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor, terkait hubungannya dengan Epstein. Undang-undang Halsbury’s Laws of England menegaskan bahwa Raja Inggris pun bahkan tidak memiliki kewenangan tersebut.
Pada 30 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rampungnya publikasi dokumen terkait kasus Epstein. Dengan pengungkapan terbaru tersebut, total volume data yang dirilis melampaui 3,5 juta berkas.
Baca juga: Pasangan Clinton setuju bersaksi di DPR AS atas penyelidikan Epstein
Dokumen juga mencatat Mandelson menerima dana sebesar 75.000 dolar AS (sekitar Rp1,3 miliar saat ini) dari Epstein pada periode 2003–2004.
Harian The Sun melaporkan pada September 2025 bahwa Mandelson pada 2008 pernah meyakinkan Epstein bahwa "teman-temanmu tetap bersamamu dan mencintaimu" ketika pemodal AS itu terjerat kasus yang menuduhnya telah memaksa seorang gadis di bawah umur melakukan prostitusi.
Tak lama sebelum Epstein dijatuhi hukuman 18 bulan penjara melalui kesepakatan pengakuan bersalah, Mandelson dilaporkan mendesaknya untuk "berjuang" agar dibebaskan lebih cepat.
Dalam sejumlah surat, mantan duta besar itu juga menyatakan kemarahannya atas persidangan Epstein di Amerika Serikat dan mendorong sang pemodal untuk menyikapinya secara "filosofis."
Epstein ditemukan tewas bunuh diri di penjara New York pada 10 Agustus 2019.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Inggris selidiki mantan Dubes untuk AS terkait dokumen Jeffrey Epstein
Baca juga: Hakim AS batalkan sidang demi lindungi identitas korban Epstein
Bill dan Hillary Clinton sepakat bersaksi dalam kasus Jeffrey Epstein





