Biang Kerok TPU Semper Selalu Banjir hingga 9.000 Makam Terendam

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Terendam banjirnya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, bukan merupakan hal yang baru dan tidak lagi mengejutkan para peziarah.

Sebab, hampir setiap tahunnya ketika musim hujan tiba, TPU Semper selalu menjadi langganan banjir.

"Ini kuburan anak saya, setiap tahun memang terendam banjir," ucap salah satu peziarah bernama Rohmini (63) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu (4/1/2026).

Air hujan bukan hanya menggengani jalan, tapi hampir sebagian besar makam tak lagi terlihat di permukaan, karena banjir yang cukup tinggi.

Ketinggian banjir yang merendam makam kurang lebih setinggi 60 sentimeter (cm), sedangkan di jalan tingginya bervariasi mulai dari 5 cm hingga 10 cm.

Warga lain, Yunus (25), juga mengaku sudah terbiasa melihat makam kakaknya terendam banjir setiap tahun.

"Ini kuburan kakak saya, sudah meninggal 2,5 tahun lalu. Ini sering kebanjiran, sebelah sana juga makam nenek kebanjiran juga karena satu lokasi," kata dia.

Yunus sedih setiap kali melihat makam kakaknya yang sering terendam banjir.

Oleh sebab itu, ia berharap agar ada perbaikan ke depannya supaya TPU Semper tak lagi menjadi langganan banjir.

"Harapannya penginnya dibenarin, diuruk supaya enggak banjir lagi, kayak di Rorotan kan di sana tuh tinggi enggak banjir," kata Yunus.

Baca juga: TPU Semper Berubah jadi Danau, Sudah Mati pun Tetap Kebanjiran

Depo kontainer jadi biang kerok

Pengelola TPU Semper Sukino (47) mengatakan, ada beberapa penyebab yang membuat TPU Semper selalu kebanjiran setiap kali hujan besar.

Bahkan, banjir di TPU Semper kali ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertama, karena hujan yang terus menerus dengan volume yang tinggi, sehingga banjir yang belum sempat surut justru bertambah dan menyebabkan genangan.

Penyebab kedua, banyak lahan-lahan di sekitar TPU Semper yang justru dibangun lebih tinggi dibandingkan area makam.

Lahan-lahan tersebut didominasi oleh depo atau garasi kendaraan berat seperti kontainer dan truk trailer.

"Ya, sebenarnya kalau deponya enggak bermasalah, cuma kan dataran mereka lebih tinggi daripada area makam, jadi airnya kan nyari titik terendah," jelas Sukino.

Baca juga: Kala Tangis Peziarah Pecah, Makam Keluarga di TPU Semper Kebanjiran

Drainase buruk

Di tengah datarannya yang rendah dan sering menjadi tempat limpasan air, darinase di sekitar TPU Semper masih buruk.

Selokan yang ada di area pemakaman cenderung tak optimal dalam mengalirkan air ketika curah hujan sedang tinggi.

Alhasil, air hujan lebih banyak tergenang di selokan dan sering meluap ke area makam dan jalan di sekitarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saking buruknya, genangan air hujan di TPU Semper harus seringkali disedot oleh pompa mobile dari Dinas Sumber Daya Air (SDA).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketua Komisi V DPRD Riau Dukung Pembatasan Penggunaan Gadget di Sekolah
• 47 menit lalutvrinews.com
thumb
Gempa M 4,7 Terjadi di Tahuna Kepulauan Sangihe
• 10 jam laludetik.com
thumb
Tren Liburan Personal Makin Digandrungi, Howliday Buka Layanan Private Trip Korea Selatan
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jarang Tampil di Super League, Odivan Koerich Resmi Tinggalkan Arema FC
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Potret limbah mirip cacahan uang Rp50-Rp100 ribu ditemukan di TPS liar Bekasi
• 19 jam lalubrilio.net
Berhasil disimpan.