Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyambut positif rencana penyelenggaraan Kult Kreo 2026. Menurutnya, ajang ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis Intellectual Property (IP).
"Kementerian Ekraf melihat Kult Kreo 2026 bisa menjadi event yang mampu meningkatkan kualitas, kapasitas, dan daya saing IP nasional," ujar Teuku Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menilai, Kult Kreo bukan hanya berfungsi sebagai ajang pameran, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekosistem pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.
Karena itu, Kementerian Ekraf mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari MAPPI, jaringan bank Himbara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga pemangku kepentingan lain di sektor pembiayaan IP.
"Momen ini bisa melibatkan pihak perwakilan dari IP financingsehingga pelaku ekonomi kreatif tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga mendapatkan akses pembiayaan untuk mengembangkan IP mereka," ucapnya.
Meski demikian, Teuku Riefky menekankan pentingnya kurasi subsektor ekonomi kreatif agar event ini lebih terarah dan berdampak nyata. Menurutnya, cakupan subsektor yang terlalu luas berpotensi membuat fokus pengembangan IP menjadi kurang optimal.
"Konsep acaranya menarik, tetapi subsektor yang terlibat perlu dikurasi. Bisa difokuskan pada IP-IP yang benar-benar potensial dan dikolaborasikan dengan asosiasi-asosiasi binaan Kementerian Ekraf, atau dibuat tematik seperti Brightspot Market, Jakarta Toys and Comic Fair, dan acara kreatif lainnya," jelasnya.
Sebagai informasi, Kult Kreo 2026 direncanakan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, dengan target 80.000 pengunjung dan keterlibatan 150 brand multinasional. Acara ini akan menghadirkan pameran, forum inspiratif, ajang penghargaan, serta pertunjukan kreatif dari berbagai daerah.
Editor: Redaksi TVRINews



