PT Pegadaian (Persero) mengakui lonjakan permintaan nasabah terhadap emas fisik yang terjadi secara bersamaan, telah menyebabkan antrean panjang dalam proses pengajuan pencetakan dan pengambilan emas fisik.
Saat ini, perseroan tengah mengoptimalisasi pencetakan emas fisik sesuai dengan permintaan denominasi atau gramasi emas dari nasabah. Proses ini membutuhkan waktu karena mencakup tahapan produksi dan distribusi.
“Sebagai bentuk komitmen, Pegadaian segera melakukan pemenuhan permintaan emas fisik nasabah dengan meningkatkan kapasitas produksi dan percepatan distribusi. Diharapkan pada akhir bulan Februari 2026 seluruh permintaan emas fisik yang tertunda dapat diserahterimakan kepada nasabah,” tulis manajemen Pegadaian melalui akun Instagram resmi @pegadaian_id, dikutip Kamis (5/3)..
Pegadaian juga menegaskan, bagi nasabah yang membutuhkan dana segera, likuiditas emas di Pegadaian tetap aman dan terjamin. Nasabah dapat melakukan transaksi gadai atau buyback Tabungan Emas melalui layanan outlet maupun aplikasi Tring!.
Manajemen pun mengimbau seluruh nasabah untuk tetap tenang, bijak, dan tidak khawatir dalam berinvestasi emas. Pegadaian turut mengajak masyarakat untuk berinvestasi emas sesuai dengan profil finansial masing-masing, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Pegadaian terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat, dengan memastikan tata kelola yang baik, taat regulasi dan berintegritas,” tulis Pegadaian.
Perusahaan juga menyatakan keamanan investasi emas nasabah tetap terjaga, dengan seluruh produk emasnya ditopang oleh underlying asset emas fisik berasio 1:1, sehingga setiap gram emas yang dimiliki nasabah dijamin sepenuhnya oleh emas fisik setara.
“Emas fisik tersebut disimpan dalam brankas penyimpanan emas (vault) berstandar internasional, serta diaudit secara berkala oleh regulator dan pengawas (Otoritas Jasa Keuangan),” tulis Pegadaian.
Penegasan ini disampaikan di tengah ramainya keluhan masyarakat di media sosial terkait kesulitan mencetak emas fisik melalui aplikasi resmi Pegadaian, Tring!. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan setelah tangkapan layar aplikasi menunjukkan notifikasi “Stok Tidak Tersedia” untuk berbagai ukuran emas, mulai dari 1 gram hingga 25 gram. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran sebagian nasabah terkait ketersediaan emas fisik sebagai underlying dari emas digital yang mereka beli.





