Bandung Barat: Proses pencarian dan identifikasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ke-12 pada Rabu, 4 Februari 2026. Hingga saat ini, tim Disaster Victim Identification (DVI) mencatat telah menerima 92 kantong jenazah.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan dari total kantong jenazah yang diterima tersebut, sebanyak 67 korban telah berhasil diidentifikasi.
“Pada hari ini kami meng-update bahwa penerimaan di pos DVI sebanyak 92 kantong jenazah. Alhamdulillah, dari jumlah tersebut kami telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 67 korban,” kata Hendra di Posko DVI Desa Pasirlangu, Rabu, 4 Februari 2026.
Hendra menjelaskan terdapat sejumlah catatan penting dalam proses identifikasi. Dari hasil pemeriksaan tim forensik, ditemukan empat kantong jenazah yang masing-masing berisi dua individu. Selain itu, terdapat satu kantong jenazah yang dipastikan bukan berasal dari korban longsor di Cisarua.
Baca Juga :
Hari ke-11 Operasi SAR Longsor Cisarua, 68 Korban Teridentifikasi
“Setelah diperiksa oleh tim forensik, satu kantong jenazah dinyatakan bukan berasal dari korban longsor ini karena diperkirakan sudah lebih dari satu tahun,” jelas Hendra.
Hendra menambahkan, seluruh jenazah yang sebelumnya berada di RSUD Cibabat kini telah dipindahkan ke Rumah Sakit Sartika untuk menjalani proses pemeriksaan lanjutan. Saat ini, sebanyak 15 jenazah masih dalam tahap pemeriksaan DNA.
“Sementara itu, tujuh kantong jenazah lainnya masih berada di pos DVI untuk dilakukan pemeriksaan postmortem dan antemortem,” tegas Hendra.
Operasi pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Hendra menuturkan, setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai, tim DVI akan melakukan rekonsiliasi terhadap seluruh data yang telah dikumpulkan, baik data forensik maupun data pembanding dari keluarga korban.
“Setelah ini kami akan melakukan rekonsiliasi terhadap data-data yang telah dikumpulkan. Insya Allah, malam nanti akan kembali dilakukan pembaruan dan akan kami sampaikan esok pagi,” kata Hendra.



