Junita Riany (37) kini sukses menjadi pedagang herbal dengan merek Glaranadi di platform e-commerce. Mulanya ia berhenti dari pekerjaannya dan nekat menjadi pedagang online Indonesia dilanda pandemi Covid-19 pada 2020.
Ia mulai menjalankan usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produk minuman herbal setelah memiliki ketertarikan membuat skincare alami seperti sabun.
Namun tak lama setelah itu, ia mengalami keluhan kesehatan hingga akhirnya mencoba meracik minuman herbal sendiri setelah membaca banyak buku dan konsultasi.
“Racikan itu membantu saya tidur, meredakan inflamasi (peradangan), serta menenangkan pikiran, dan emosi. Ternyata cocok di saya,” kata Junita saat ditemui di tempat produksi minuman herbalnya di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (4/2).
Pertama kali membuka usahanya, Junita langsung memutuskan untuk merintis usahanya itu di platform e-commerce. Menurutnya, ini metode berjualan yang paling efisien dan memudahkan bertemunya pedagang dengan pembeli.
Junita mengaku saat awal membuka bisnis, ia hanya menggunakan modal sebesar Rp 3 juta. Sejak awal hingga saat ini ia memanfaatkan hasil petani lokal yang mayoritas masih ada di Pulau Jawa seperti Cirebon dan Jawa tengah untuk minuman herbalnya.
Beberapa bahan dari petani lokal yang ia gunakan mulai dari kunyit, sereh, jahe, lengkuas, bunga chamomile, hingga teh hijau. Awalnya ia hanya memproduksi tiga hingga lima jenis produk, kini Junita sudah bisa menjual hingga 100 produk.
Untuk membuat bisnisnya berkembang, Junita mengatakan sempat memanfaatkan iklan di Shopee untuk memperluas jangkauan kepada pembeli. “Saya riset dan coba pakai iklan di Shopee, penjualannya langsung naik pesat. Apalagi saat pandemi banyak yang mencari produk untuk sistem imun,” ujarnya.
Hal itu berdampak pada penjualannya saat ini. Saat awal membangun bisnis, Junita hanya bisa menjual sekitar dua pack dalam sepekan. Namun setelah memasuki tahun keenamnya berbisnis, Junita berhasil menjual sekitar 7 ribu hingga 8 ribu pieces.
“Meskipun Januari ini termasuk low season, angkanya masih di kisaran itu. Untuk omzet kotor sekarang menyentuh angka ratusan (juta) ada,” kata Junita.
Beberapa produk yang Junita jual yaitu matcha murni 100%. Tak hanya itu, ada the daun spearmint yang bisa membantu mengatasi jerawat PCOS, teh bunga chamomile untuk mempermudah tidur, teh rimpang yang membantu untuk meningkatkan imunitas, hingga selai kacang tanpa gula dan garam.
Saat ini Junita masih menjual produknya dengan izin Pangan Industri Rumah Tangga atau PIRT yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Namun ia mengatakan mulai tahun ini akan secara bertahan mengurus izin Badan Pengawas Obat dan Makanan alias BPOM.
Junita yang awalnya menjalankan bisnis dibantu asisten rumah tangga, kini sudah memiliki pekerja. Ia dibantu oleh tim produksi dan pengemasan sebanyak empat orang serta tiga karyawan lainnya untuk menangani administrasi dan desain visual.
“Sebelumnya semua operasional dilakukan di rumah, tapi kami baru pindah ke ruko awal Desember tahun lalu,” ujarnya.
Junita mengatakan saat ini pembelinya didominasi oleh pelanggan usia 17-20 tahun yang mencari solusi jerawat hormonal. Selain itu, ada pula pembeli di kalangan usia 35 tahun untuk mencari produk kesehatan herbal.
“Performa chat kami 93%. Saya sendiri yang banyak membalas chat karena saya ingin mendengar langsung keluhan konsumen seperti PCOS, susah tidur, atau kecemasan sebagai masukan pengembangan produk baru,” kata Junita.
Dia bahkan mengklaim pembeli produknya kini sudah bisa berasal dari seluruh Indonesia. Ia bahkan sudah mengikuti program ekspor Shopee untuk memperluas jangkauan pemasaran produknya.
“Melalui program ekspor Shopee, produk kami juga laku di Singapura dan Malaysia. Jika performa toko bagus, Shopee otomatis menawarkan program ekspor tersebut,” ujarnya.
Tahun ini Junita akan fokus mendapatkan sertifikasi BPOM agar bisa masuk ke jaringan distribusi lebih luas seperti supermarket. Selain itu ia juga ingin membuat galeri kecil di ruko.
Ia yakin usahanya yang memberikan solusi atas permasalahan orang banyak menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnisnya. “Karena produk saya memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, orang akhirnya melakukan pembelian ulang," katanya.



