Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani mengatakakan, tragedi siswa SD yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) jelas membawa duka yang memilukan, dan menjadikan pelajaran yang berarti bagi negara.
Tak mampunya korban membeli kebutuhan sekolah, seharusnya dijadikan evaluasi bagi program pemerintah yang tak hanya menyediakan layanan sekolah gratis. Menurut Puan, pemerintah perlu melihat lagi apa saja yang menjadi kebutuhan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Advertisement
"Program-program pendidikan terutama beasiswa dan bantuan pendidikan harus bisa mengatasi persoalan ini," ungkap Puan.
"Sekolah harus bisa memetakan latar belakang anak didiknya dan memastikan setiap kebutuhan pendidikan dapat diberikan," sambungnya.
Politikus PDIP itu menyebut kasus di NTT bukan sekadar persoalan kemiskinan, tetapi juga terkait pendidikan dan kesehatan mental anak yang perlu mendapat perhatian serius.
"Peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang ramah anak dan mampu menjaga kesehatan anak didik secara menyeluruh termasuk kesehatan mental dan psikologi," ungkap Puan.
"Pendidikan yang baik harus mampu memberikan ruang nyaman bagi anak saat belajar. Bagaimana sekolah turut memperhatikan personal dan ekonomi siswanya," sambung dia.
Puan juga meminta Pemerintah untuk lebih bisa menjangkau masyarakat di daerah untuk memberikan program-program bantuan sosial.
Ia menyatakan kepedulian sosial di lingkungan sekolah harus jadi satu peta jalan dalam sistem pendidikan.
"Kita perlu lihat persoalan di Ngada secara jauh lagi, kasus ini muncul karena kemiskinan. Sehingga negara harus menghilangkan akar masalah kemiskinan," jelas Puan.
"Program-program Pemerintah harus diarahkan untuk mengatasi persoalan mendasar dalam kasus ini, yaitu kemiskinan," kata dia.


