Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Cerita Kedekatannya dengan Prabowo

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan (Palace of the Nation), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE), pada Rabu (4/2) waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, Megawati tak cuma membahas hubungan Indonesia dan UEA, tapi juga menyinggung dinamika politik dalam negeri di Indonesia. Megawati pun bercerita soal hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP PDIP non aktif yang juga Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi. Ia mengungkap Megawati secara terbuka menjelaskan soal persahabatannya dengan Prabowo.

"Dalam pertemuan dengan Putera Mahkota Abu Dhabi di Istana Negara Abu Dhabi, Ibu Megawati Soekarnoputri menjelaskan persahabatan dengan Presiden Prabowo. Beliau menyampaikan, 'Saya dengan Presiden Prabowo bersahabat cukup lama. Kami mempunyai visi besar tentang Indonesia Raya," ujar Zuhairi menirukan ucapan Megawati.

Katanya, Megawati menggambarkan keakrabannya dengan Prabowo dari sapaan yang digunakan sehari-hari.

"Saya biasa memanggil Presiden Prabowo dengan panggilan 'Mas'. Presiden Prabowo memanggil saya dengan panggilan 'Mbak'. Hal ini membuktikan persahabatan kami sangat baik," lanjut Zuhairi menirukan Megawati.

Meski memiliki kedekatan, Megawati menegaskan kepada Sheikh Khaled bahwa posisi PDIP tetap berpegang teguh sebagai partai penyeimbang.

"Meskipun demikian, Ibu Megawati menambahkan bahwa secara politik, PDIP memilih sebagai penyeimbang dan berada di luar pemerintahan," jelas Zuhairi.

Megawati menekankan bahwa posisi di luar pemerintahan diambil untuk menjaga mekanisme check and balance demi kepentingan rakyat.

"Kami memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Jika pemerintah melakukan hal yang baik untuk rakyat, kami dukung. Tapi jika dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang kurang baik, kami akan mengoreksi dan memberikan masukan," tegas Megawati.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga memberikan pencerahan mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia. Ia meluruskan bahwa dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia, terminologi ‘oposisi’ tidaklah tepat.

"Kami menganut sistem presidensiil, yang tidak mengenal oposisi dan koalisi. Yang ada adalah bersama pemerintah dan di luar pemerintah. Oposisi hanya dianut dalam sistem parlementer," terang Megawati.

Mendengar penjelasan dari Megawati, Putra Mahkota Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan memberikan respons positif. Ia menyimak dan menghormati sikap politik yang diambil oleh Megawati dan partainya.

"Kami dapat memahami penjelasan Yang Mulia Ibu Megawati," ujar Putra Mahkota UAE merespons penjelasan tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gaji 3.587 PPPK Paruh Waktu Belum Cair di Serang, Para Guru Cari Sampingan
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Bea Cukai dan Pajak Nyatakan Siap Kooperatif Usai OTT KPK di Jakarta dan Banjarmasin
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Sule Sebut Rizky Febian Bakal Temui Teddy Pardiana, Mediasi soal Ahli Waris
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Komite Board of Peace Akan Diisi Teknokrat dari Palestina
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Produsen Ban Hankook Incar Peluang Tren Kendaraan Listrik pada 2026
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.