Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 sebesar 5,39% secara tahunan atau year-on-year (YoY) merupakan yang tertinggi pada periode tersebut pascapandemi Covid-19.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa produk domestik bruto (PDB) pada Oktober, November, dan Desember 2025 atas harga berlaku sebesar Rp6.147,2 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan Rp3.474,5 triliun.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga bulan terakhir tahun lalu mencapai 5,39% (YoY). Pertumbuhan pada kuartal IV/2025 itu merupakan yang tertinggi dibandingkan periode yang sama pascapandemi.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV 2025 sebesar 5,39% ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan IV tertinggi pascapandemi Covid," terangnya pada konferensi pers, Kamis (5/2/2026).
Adapun sepanjang tahun lalu, PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun. Dengan demikian secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (YoY). "Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11%," terangnya.
Realisasi tersebut sejalan dengan konsensus ekonom dan analis yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1% secara tahunan.
Baca Juga
- Prabowo Bakal Lantik Pejabat Baru Sore Ini, Wamenkeu Baru Pengganti Thomas Djiwandono?
- Laporan BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI sepanjang 2025 Capai 5,11%
- Bitcoin Anjlok ke Bawah US$72.000, Krisis Kepercayaan dari Asia Tekan Aset Kripto
Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu yakni sebesar 5,1% saja atau berada di bawah target APBN yakni 5,2%.
Estimasi tertinggi yakni pertumbuhan ekonomi 5,3% yang disampaikan satu-satunya oleh ekonom Citigroup Securities Indonesia, Helmi Arman.
Ada juga yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2%, atau sesuai target pemerintah, yakni Juniman Juniman (PT Bank Maybank Indonesia Tbk.), Josua Pardede (PT Bank Permata Tbk.), Suryaputra Wijaksana (PT UOB Kay Hian Securities), Rully Arya Wisnubroto (PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia), dan David Sumual (PT Bank Central Asia Tbk.).
Prediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% lalu berasal dari Euben Paracuelles (Nomura Singapore Limited), Radhika Rao (DBS Bank Ltd.), Pranjul Bhandari (HK and SH Banking Corp Ltd), Fikri C Permana (KB Valbury Sekuritas), Brian Tan (Barclays Bank PLC), Hosianna Evalita Situmorang (PT Bank Danamon Tbk.), serta Krystal Tan (Australia & New Zealand Banking Group).
Adapun prediksi terendah yakni 4,7% dari Enrico Tanuwidjaja (PT Bank UOB Indonesia), 4,8% oleh Jaemin Bang (Moodys Analytics Singapore), serta 4,9% dari Lavanya Venkateswaran (Oversea-Chinese Banking Corp), Cimb Ltd dan Jin Tik Ngai (JP Morgan Chase Bank NA).
Menariknya, dua bank BUMN memiliki prediksi berbeda terkait dengan pertumbuhan ekonomi 2025 yang rencananya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) besok, Kamis (5/2/2026). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memperkirakan ekonomi tahun lalu tumbuh 5,23%, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI) hanya 5,17%.





