EtIndonesia. Kediktatoran brutal PKT (Partai Komunis Tiongkok) semakin kehilangan dukungan rakyat. Sebuah video yang beredar di media sosial daratan Tiongkok memperlihatkan seorang pria menggunakan ketapel untuk menembaki kamera pengawas di sepanjang jalan.
Aksi ini dipahami oleh para warganet sebagai bentuk perlawanan terhadap pengawasan PKT, dan banyak yang menyambutnya dengan sorakan dukungan.
Video pengawasan yang beredar itu menampilkan tulisan beraksara sederhana “Wenquan Road (Perusahaan Bahan Peledak Sipil)”.
Dalam video terlihat seorang pria memegang ketapel dan berjalan di tengah jalan. Ia terlebih dahulu mengarahkan ketapelnya ke sebuah bangunan di sisi kiri jalan dan melepaskan satu peluru.
Setelah itu, ia berlari beberapa langkah ke depan dan menghancurkan kamera pengawas yang merekam video tersebut. Sebagian besar gambar kamera langsung menjadi buram, hanya terlihat retakan pada kaca lensa.
Banyak warganet di daratan Tiongkok memberikan komentar dukungan, seperti dengan meninggalkan tulisan :
“Orang berbakat”,
“Tembakannya sangat tepat”,
“Aku ingin menyumbang uang untuknya”,
“Para sopir berterima kasih padamu, kali ini tidak akan (ditilang) karena pelanggaran.”
Di kota-kota daratan Tiongkok, kamera pengawas yang dipasang pemerintah tersebar di hampir setiap sudut jalan. Kamera-kamera ini dituding digunakan untuk mengawasi warga, atau untuk merekam “pelanggaran lalu lintas” demi mengenakan denda.
Sebelumnya, dari berbagai daerah di daratan juga beredar video yang memperlihatkan sekelompok anak berdiri di persimpangan jalan sambil memperingatkan kendaraan yang melintas bahwa “ada polisi lalu lintas di depan”.
Video-video tersebut juga menuai banyak tanda suka dari warganet. Sejumlah netizen berkomentar bahwa hal ini menunjukkan betapa tidak populernya pemerintah PKT di mata rakyat.
Editor penanggung jawab: Chen Zhenjin)




