Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta turun tangan atas dugaan kasus kekerasan yang melibatkan dua mahasiswanya.
Kasus ini mencuat di media sosial. Disebutkan seorang mahasiswa menganiaya mahasiswi.
"Sebagai bentuk tanggung jawab kami, karena keduanya merupakan mahasiswa kami, kami turut prihatin dan tentu menyesalkan kejadian ini," kata Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan Unisa, Wantonoro, dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (5/2).
"Selanjutnya kami melakukan respons cepat dengan memberikan dukungan baik secara fisik maupun psikologis dengan berkunjung secara langsung ke kediaman keluarga dan korban, serta dilanjutkan upaya rehabilitasi sesuai kebutuhan pada korban," ujar Wantonoro.
Menurutnya peristiwa ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, etika, serta budaya akademik yang menjunjung tinggi rasa aman dan saling menghormati.
Fokus utama Unisa Yogyakarta saat ini adalah memastikan korban mendapatkan dukungan serta pendampingan psikologis maupun kesehatan fisik dengan instrumen yang kami miliki yaitu Biro Layanan Psikologis (BLP).
"Harapan kami korban sehat, semoga bisa melanjutkan kuliah dengan aman dan nyaman," katanya.
Unisa Yogya telah memanggil terduga pelaku ke kampus untuk klarifikasi. Dalam klarifikasi tersebut, terduga pelaku menyampaikan pengakuan atas perbuatannya serta menyadari bahwa tindakan tersebut tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan.
Wantonoro mengatakan kampus akan menegakkan tata aturan yang berlaku sebagai konsekuensi dari tindakan kekerasan.
Tindakan Unisa kepada terduga pelaku sedang dalam koordinasi internal sesuai ketentuan melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
"Kami sebagai institusi pendidikan memiliki aturan yang kami tegakkan untuk pelaku, dan ini sedang dalam koordinasi internal. Kami bertugas mengarahkan dan menegakkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh mahasiswa," tegas Wantonoro.
Polisi UsutKasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun memastikan pengusutan kasus ini.
"Perkara sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman. Proses masih tahap Penyelidikan," ujarnya.




