Mensesneg Rapat Bareng BRIN-Bappenas, Bahas Riset Cepat Atasi Sampah-Banjir

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pentingnya penyatuan ekosistem riset dan inovasi nasional agar selaras dengan perencanaan pembangunan dan mampu menjawab persoalan konkret masyarakat, seperti sampah dan banjir.

Penegasan itu disampaikan usai rapat lintas kementerian yang melibatkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Kepala BRIN Arif Satria, hingga Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

“Intinya adalah kita menghendaki segala sesuatu yang berkenaan dengan penelitian, dengan riset, dengan inovasi ini menjadi satu ekosistem yang terintegrasi dengan seluruh stakeholder pemangku kepentingan, ya,” ujar Pras di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, sinkronisasi dimulai dari perencanaan makro yang dirumuskan Bappenas, yang kemudian harus sejalan dengan proses riset dan inovasi di BRIN serta desain pendidikan di perguruan tinggi di bawah Kemendiktisaintek.

“Nah, ini juga harus sinkron dengan desain dari lembaga-lembaga pendidikan kita, universitas-universitas kita yang di bawah Kementerian Diktisaintek. Jadi kita harapannya ini menjadi satu ekosistem,” katanya.

Prasetyo menegaskan, Presiden Prabowo Subianto menghendaki hasil riset tidak berhenti di tataran konsep, tetapi menghasilkan produk inovasi yang berdampak langsung, baik untuk hilirisasi industri maupun penyelesaian persoalan sosial.

“Bapak Presiden menghendaki ada beberapa inovasi-inovasi yang secepat mungkin untuk bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita dan oleh masyarakat kita,” kata Pras.

Salah satu yang disoroti adalah persoalan sampah. Pras menyebut, BRIN telah menghasilkan inovasi pengolahan sampah yang bisa diterapkan dari skala rumah tangga hingga desa.

“Alhamdulillah dilaporkan, sudah ada produk-produk penelitian yang itu bisa mengatasi masalah sampah untuk skala rumah tangga bahkan sampai satu skala satu desa sudah bisa, sudah ada ketemu hasil inovasinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan sampah harus dilakukan berjenjang, menyesuaikan skala permasalahan, mulai dari rumah tangga hingga kota besar dengan produksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

“Kalau dalam skala yang jauh lebih besar ya, dalam satu kota itu ada ukuran-ukuran seperti yang program waste to energy yang rencananya mau segera dilaksanakan di 34 kabupaten,” kata Pras.

Menurutnya, penyelesaian sampah tidak cukup hanya dengan pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan edukasi kepada masyarakat.

“Jadi penyelesaian sampah tidak sekadar bentuk kita membangun insineratornya, tapi edukasinya juga menjadi salah satu kunci,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan kemajuan negara sangat ditentukan oleh kemampuan inovasi dan teknologi, bukan semata sumber daya alam.

“Negara maju itu pertama-tama bukan karena sumber daya alamnya, bukan karena uangnya saja, tapi yang penting adalah kemampuan inovasi dan teknologi,” kata Rachmat.

Rachmat menyebut, dasar dari pengembangan inovasi dan teknologi itu berdasarkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki.

“Dan kita sepakat bahwa keunggulan komparatif itu nanti dirumuskan menjadi keunggulan kompetitif, di sinilah peran inovasi dan teknologi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menegaskan peran riset dalam memandu arah industrialisasi nasional berbasis sains dan teknologi.

“Kita sebagai lembaga riset harus mampu untuk bisa memproyeksikan bagaimana kerangka industrialisasi kita ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kerja sama BRIN dengan peraih Nobel 2025, Prof. Susumu Kitagawa dari Jepang, dalam pengembangan teknologi efisiensi energi melalui Metal Organic Framework (MOF) yang akan mendukung ketahanan energi nasional.

“Metal Organic Framework yang bisa membuat penyimpanan gas jauh lebih efisien. Jadi ini akan bisa meningkatkan efisiensi energi luar biasa di Indonesia, dan sekarang dibangun Sister Laboratory di BRIN,” ungkap Arif.

Adapun Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyatakan, pemerintah akan membentuk konsorsium riset bersama antara BRIN dan perguruan tinggi untuk menjawab persoalan prioritas Presiden.

“Seperti permasalahan sampah, kebersihan, tata kota, masalah banjir, tata kelola air, dan sebagainya yang dimintakan oleh Bapak Presiden memang untuk segera kita lakukan, kita akan membentuk konsorsium riset,” kata Brian.

Ia menambahkan, arah kebijakan riset nasional dan pembentukan konsorsium tersebut dijadwalkan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Minggu depan rencana kami akan meluncurkan sekaligus arah kebijakan riset nasional bersama dengan konsorsium-konsorsium riset tersebut,” tandasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sekolah Tanggap Bencana Digelar di SMAN 12 Kupang
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Donald Trump Tersebut 1800 Kali dalam Dokumen Jeffrey Epstein
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bikin geram, oknum debt collector pinjol gunakan orderan fiktif ambulans untuk tagih hutang
• 25 detik lalubrilio.net
thumb
Pelatih Jepang Mengenal Kekuatan Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto Khawatir?
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Red in Harmony: Mall @ Alam Sutera Hadirkan Semarak Imlek 2026 dengan Ragam Acara Budaya dan Hiburan
• 16 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.