Indonesia masih mempertahankan posisi sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan ASEAN, namun tren penjualan mobil baru di Malaysia semakin mendekat dan menjadi perhatian pemerintah serta pelaku industri.
Berdasarkan data terbaru dari Malaysia Automotive Association (MAA), total penjualan mobil di Malaysia sepanjang 2025 mencapai sekitar 820.752 unit, nyaris menyamai angka penjualan Indonesia yang berada di kisaran 833 ribu unit.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kondisi ini harus mendapat perhatian khusus. Dalam pernyataannya, Agus menilai bahwa Indonesia harus mengambil langkah strategis untuk menjaga dominasinya di ASEAN, terutama saat Malaysia menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan meskipun dengan populasi yang jauh lebih kecil.
"Dalam konteks pangsa pasar di kawasan ASEAN, Indonesia telah mempertahankan posisi terdepan. Saya mendengar laporan dari teman-teman Gaikindo bahwa penjualan otomotif di Malaysia mungkin sudah mendekati penjualan otomotif di Indonesia, bahkan mungkin sudah melewati," terang Agus di pembukaan pameran IIMS 2026 di Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2).
Agus mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder untuk menyamakan visi dan langkah dalam menghadapi tantangan ini. Menurutnya, kebersamaan antara regulator, pelaku industri, dan perbankan sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang mendorong pertumbuhan pasar otomotif domestik.
"Kalau kita sudah bisa sama-sama memiliki visi, saya kira tantangan seberat apa pun bisa kita selesaikan dengan baik, sehingga apa yang kita harapkan dalam visi otomotif itu bisa tercapai," katanya.
Ia juga menyoroti rendahnya rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia, yang saat ini berada di angka sekitar 99 kendaraan per 1.000 orang, jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia. Rasio kepemilikan yang masih rendah ini disebutnya sebagai peluang besar bagi pertumbuhan pasar otomotif nasional dalam jangka panjang.
Adapun Malaysia berhasil meningkatkan angka penjualan kendaraannya dengan didukung kebijakan pemerintah, serta merek-merek lokal seperti Perodua dan Proton, yang mendominasi pasar domestik Negeri Jiran.
Meski begitu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa Indonesia masih memimpin secara total penjualan kendaraan di ASEAN pada akhir tahun 2025. Keunggulan ini dikaitkan dengan basis produksi dan pasar domestik yang jauh lebih besar, meskipun pertumbuhan permintaan konsumen dinilai masih perlu didorong melalui kebijakan yang lebih tepat sasaran.





