CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Meskipun ekonomi Sulsel mencatat pertumbuhan 5,43 persen pada tahun 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen, kinerja itu masih menyisakan persoalan mendasar.
Masalah ekonomi dan sosial yang harus menjadi perhatian, di antaranya tingkat partisipasi angkatan kerja, jumlah orang yang bekerja, pengangguran, kemiskinan, dan gini rasio.
Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik Sulsel, Kamis (5/2/2025) jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 sebanyak 4,92 juta orang, turun 46,90 ribu orang dibanding Agustus 2025.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada November 2025 sebesar 66,80 persen, turun sebesar 0,86 persen poin dibanding Agustus 2025.
Penduduk yang bekerja pada November 2025 sebanyak 4,70 juta orang, turun sebanyak 56,73 ribu orang dari Agustus 2025.
Akibatnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,45 persen, naik sebesar 0,24 persen poin dibanding pada Agustus 2025.
Pada November 2025 sebanyak 1,94 juta orang (41,18 persen) bekerja pada kegiatan formal, meningkat sebesar 1,63 persen poin dibanding Agustus 2025.
Persentase pekerja penuh pada November 2025 meningkat sebesar 0,97 persen poin dibanding Agustus 2025.
Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Akomodasi dan Makan Minum sebesar 48,57 ribu orang.
Menurut data BPS, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 7,43 persen, turun 0,17 persen poin terhadap Maret 2025. Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 685,14 ribu orang, turun sekitar 13 ribu orang terhadap Maret 2025.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 5,14 persen, naik menjadi 5,17 persen pada September 2025. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 9,88 persen, turun menjadi 9,56 persen pada September 2025.
Sementara itu, pada September 2025, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sulawesi Selatan yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,350. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2025 yang sebesar 0,363.
Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,363 turun dibanding Gini Ratio Maret 2025 yang sebesar 0,373 dan juga mengalami penurunan dibanding Gini Ratio September 2024 yang sebesar 0,369.
Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,315 turun dibanding Gini Ratio Maret 2025 yang sebesar 0,333 dan juga turun jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2024 yang sebesar 0,330.



