Jakarta, tvOnenews.com – Penyelidikan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terhadap kasus pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, terus mengungkap fakta mencengangkan. Pelaku yang masih berstatus siswa SMP itu ternyata terhubung dengan komunitas daring yang sama dengan pelajar pelaku peledakan di SMA Negeri (SMAN) 72 Jakarta.
Densus 88 mengungkap, kedua pelajar tersebut berada dalam satu lingkaran komunitas bernama True Crime Community (TCC), yang diduga menjadi ruang tumbuhnya ideologi kekerasan ekstrem di kalangan anak di bawah umur.
“Berdasarkan analisa dari Tim Densus 88 mereka tergabung dalam komunitas yang sama dengan ABH (anak berhadapan dengan hukum) SMAN 72 Jakarta,” tutur Juru Bicara Densus 88, Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana kepada wartawan, Kamis, 5 Februari 2026.
Meski berasal dari daerah dan latar belakang sekolah berbeda, keterkaitan keduanya dinilai kuat karena sama-sama mengakses dan berinteraksi dalam ekosistem komunitas TCC. Namun demikian, Mayndra belum merinci apakah kedua pelajar tersebut berada dalam grup TCC yang sama, mengingat jaringan komunitas ini memiliki banyak cabang.
Berdasarkan penelusuran Densus 88, komunitas TCC setidaknya memiliki 27 grup dengan nama dan karakteristik beragam. Diantaranya TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, TCC Universe V2, hingga TCC Community.
Selain itu, terdapat pula grup lain seperti TCC City Nueva Revolucion, (tccland), FTCI Film True Crime Indonesia, Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB (80 member), AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion, hingga Have Sex With Your Gun.
“(Keduanya) Mengakses dan terinspirasi komunitas daring yang sama,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa siswa pelempar bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa 3 Februari bergabung dalam grup True Crime Community yang menyebarkan ideologi kekerasan.
“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community,” kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana di Jakarta, Rabu.



