Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,74 Persen

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRInews-Jakarta

Sektor Pertanian dan Perdagangan Menjadi Penopang Utama Penyerapan Tenaga Kerja Nasional

Ekonomi Indonesia menunjukkan ketangguhan dalam penyerapan tenaga kerja di penghujung tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional menyusut ke angka 4,74 persen pada November 2025, menandai tren positif dalam stabilitas pasar kerja domestik.

Data terbaru ini menunjukkan penurunan dibandingkan posisi Agustus 2024 yang sempat menyentuh 4,91 persen. 

Meski sempat terjadi fluktuasi pada pertengahan tahun, tren akhir tahun ini mengonfirmasi adanya momentum perbaikan struktur ketenagakerjaan di Indonesia.

Ekspansi Lapangan Kerja

Berdasarkan statistik resmi, angkatan kerja Indonesia kini mencapai 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,91 juta orang telah terserap di berbagai sektor pekerjaan, sementara jumlah pengangguran tercatat sebesar 7,35 juta orang.

Dalam periode Agustus hingga November 2025, pasar kerja berhasil menciptakan 1,37 juta lapangan kerja baru. Angka ini melampaui pertumbuhan angkatan kerja baru yang berjumlah 1,26 juta orang, sehingga secara efektif mereduksi jumlah penganggur sebanyak 109 ribu orang.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa sektor-sektor tradisional tetap menjadi tulang punggung ekonomi dalam menyerap massa kerja.

"Tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.

Dominasi Sektor Formal dan Manufaktur

Laporan tersebut merinci bahwa sektor pertanian masih memegang porsi terbesar dengan serapan 27,99 persen, disusul oleh perdagangan sebesar 18,67 persen, dan industri pengolahan sebesar 13,86 persen. 

Secara spesifik, sektor akomodasi serta makan dan minum mengalami pertumbuhan tenaga kerja paling signifikan dengan penambahan 381 ribu orang dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Salah satu indikator kesehatan ekonomi yang menonjol adalah peningkatan proporsi pekerja di sektor formal. Hingga November 2025, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mencapai 42,30 persen, meningkat secara konsisten dari periode-periode sebelumnya.

Peningkatan kualitas lapangan kerja ini juga terlihat dari jumlah pekerja penuh waktu (bekerja minimal 35 jam seminggu) yang kini mencapai 100,49 juta orang. Data ini memberikan sinyal bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya menciptakan kuantitas pekerjaan, tetapi juga mulai mengarah pada penguatan sektor formal yang lebih berkelanjutan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mega Satria Jadi Direktur Keuangan Pertamina, Emma Martini Direktur Portofolio
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
ArtSwara gelar "Vintage Sounds" angkat romantisme musik era 80–90an
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Data Perlindungan Sosial Dinilai Krusial
• 23 jam laludisway.id
thumb
Sepanjang 2025, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Tabayun ke MUI, Polisi: Semoga Ada Jalan Terbaik
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.