Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran Indonesia sebanyak 7,35 juta orang per November 2025. Angka ini turun jika dibandingkan Agustus 2025 yang sebanyak 7,46 juta orang.
“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah yang disebut dengan pengangguran di mana jumlah orang yang menganggur pada bulan November 2025 adalah sebanyak 7,35 juta orang atau turun sebesar 0,109 juta orang dibandingkan bulan Agustus 2025,” kata Ketua BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (5/3).
Sejalan dengan itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) tercatat meningkat menjadi 70,95 persen pada November 2025, lebih tinggi dibandingkan yang sebesar 70,59 persen pada Agustus 2025. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki tercatat lebih tinggi dibandingkan perempuan, masing-masing sebesar 84,83 persen dan 56,91 persen. Baik TPAK laki-laki maupun perempuan sama-sama mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2025.
Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen, turun sekitar 0,11 basis poin dibandingkan Agustus 2025. Penurunan TPT tersebut terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
“Jika dirinci, maka penurunan tingkat pengangguran terbuka dibandingkan dengan Agustus 2025 terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan dan tingkat pengangguran terbuka ini juga mengalami penurunan baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan,” lanjut Amalia.
Adapun struktur ketenagakerjaan Indonesia per November 2025 menunjukkan jumlah penduduk usia kerja mencapai 218,85 juta orang, meningkat sekitar 681 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja tercatat sebanyak 155,27 juta orang, bertambah 1,262 juta orang, sementara bukan angkatan kerja menurun menjadi 63,58 juta orang, atau berkurang sekitar 580 ribu orang.
“Jadi jumlah angkatan kerja meningkat dan yang bukan angkatan kerjanya menurun,” kata Amalia.
Dari total angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang tercatat bekerja, meningkat 1,371 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Jika dirinci, jumlah pekerja penuh mencapai 100,49 juta orang, bertambah sekitar 1,85 juta orang. Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 35,86 juta orang, turun sekitar 438 ribu orang.
“Setengah pengangguran jumlahnya sebanyak 11,558 juta orang di mana jumlah ini menurun sebanyak 0,042 juta orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2025,” kata Amalia.


