KUOTA haji tahun ini di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkurang dratis jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Kebijakan pemerataan membuat jatah kuota jemaah haji di Cianjur tahun ini hanya sebanyak 74 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur, Herriyanto, mengatakan ada nilai plus di balik kebijakan pemerataan kuota.
Baca juga : Curah Hujan Tinggi, Petani di Cianjur Terancam Gagal Panen
Salah satunya mengoptimalkan pelayanan kepada para jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji.
"Kami jadi bisa lebih mengutamakan hospitality dan pelayanan bagi para jemaah. Jadi para jemaah bisa merasakan dilayani lebih maksimal oleh BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji), baik daerah, embarkasi, maupun BPIH di Arab Saudi," kata Herriyanto, Kamis (5/2).
Herriyanto optimistis, keterbatasan kuota jemaah haji di Cianjur tahun ini bisa jadi momentum membenahi upaya peningkatan pelayanan. Bahkan, Herriyanto memiliki keinginan bisa menjadikan pelayanan jemaah haji Kabupaten Cianjur terbaik di Indonesia.
Baca juga : Kawanan Anjing Liar Serang Anak SD, Tim Dinas PKHP Cianjur Gerak Cepat
"Insya Allah kami support, baik dari internal maupun eksternal," tuturnya.
Dia menyebutkan, kuota jemaah haji di Cianjur kemungkinan akan kembali normal pada 2029. Kabupaten Cianjur diharapkan akan kembali mendapatkan kuota rata-rata di kisaran 1.100 orang.
"Tapi kuotanya fluktuatif, bisa berubah. Bisa saja ada yang membatalkan dan lain-lain. Banyak penyebabnya. Lebih kurang (kuotanya) 1.000-an padw 2029 nanti," pungkasnya. (H-4)




