JAKARTA, KOMPAS.com - Gelora Bung Karno (GBK) bakal punya kawasan Transit Oriented Development (TOD) sekaligus taman ruang terbuka hijau baru di lahan Blok 15 atau eks Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat.
Rencana ini disiapkan setelah lahan tersebut diambil alih negara dari PT Indobuildco.
Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) Rakhmadi Afif Kusumo mengatakan, pengembangan kawasan eks Hotel Sultan merupakan bagian dari rencana induk (master plan) penataan ulang kawasan GBK agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Sejatinya kalau GBK secara keseluruhan memiliki sebuah master plan. Ya bagaimana memastikan manfaat area hijau itu lebih banyak, termasuk yang dia berada di Blok 15 atau eks HGB 26–27 (Hotel Sultan),” ujar Rakhmadi dalam konferensi pers pembukaan Posko Layanan Alih Kelola Blok 15 di GBK, Senayan, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Negara Ambil Alih Lahan Hotel Sultan, Blok 15 GBK Disiapkan Jadi Ruang Terbuka Hijau
Konsep TOD, Terintegrasi Transportasi PublikRakhmadi menjelaskan, pengembangan lahan eks Hotel Sultan tidak akan berdiri sendiri, melainkan dirancang terhubung dengan sistem transportasi publik di kawasan GBK.
Konsep ini mengarah pada pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Dengan menggabungkan ruang publik dan akses transportasi umum, kawasan tersebut diharapkan dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat.
“Kita sudah memiliki gambar awal yang telah kita sampaikan kepada pimpinan, di mana kita harapkan nanti ke depannya pembangunan tersebut terintegrasi dengan akses publik,” kata Rakhmadi.
Ia menambahkan, keberadaan moda transportasi massal seperti MRT di sekitar kawasan GBK menjadi salah satu pertimbangan dalam perencanaan TOD tersebut.
“Di mana nanti ada Transit Oriented Development atau lebih dikenal dari stasiun, ada MRT di sana akan lebih gampang langsung masuk ke area komplek tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Eksekusi Lahan Hotel Sultan Belum Bisa Dilakukan, Masih Tunggu Tahapan Hukum
Rencana Taman Baru di Eks Hotel SultanSelain konsep TOD, PPKGBK juga merencanakan pembangunan ruang terbuka hijau berupa taman baru di lokasi eks Hotel Sultan.
Taman ini disiapkan untuk menambah ruang interaksi warga sekaligus memperluas area hijau di kawasan pusat kota Jakarta.
Menurut Rakhmadi, selama ini akses publik di lahan tersebut terbatas akibat komersialisasi oleh pihak swasta.
“Kemudian juga dipastikan ada taman yang baru, di mana taman tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat lebih banyak,” ucapnya.
Ia berharap rencana pengembangan Blok 15 dapat segera direalisasikan setelah proses eksekusi lahan rampung.





