REPUBLIKA.CO.ID,KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena, mengatakan, keluarga dari pelajar sekolah dasar (SD) yang tewas karena bunuh diri di Kabupaten Ngada tak masuk dalam keluarga yang menerima bantuan sosial dari pemerintah.
“Ini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata adminduk dia belum diamankan,” kata dia di Kupang, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Sembilan Negara Muslim Berhasil Rayu AS Tunda Serang Iran
Tak Takut Ancaman AS, Iran Bangun Pangkalan Rudal Bawah Tanah Baru
BPS Ungkap Andil Makan Bergizi Gratis pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Hal tersebut disampaikan ketika ditanya terkait orang tua korban yang tidak terdaftar dalam daftar warga penerima bantuan sosial dari pemerintah. Ia meminta agar pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena hal ini hanya menyangkut selembar kertas.
“Ini kan cuman soal kertas selembar. Segera bereskan! Yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi,” tambah dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Lokasi kematian bocah YBR di Desa Batajawa, Kabupaten Ngada, NTT. (Dok Republika)
Gubernur mengaku tidak ingin menyalahkan siapa pun yang menjadi penyebab orang tua korban tidak menerima bantuan. Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Dia pun memerintahkan agar semua kepala daerah, tidak hanya di Kabupaten Ngada, benar-benar mendata keluarga miskin yang layak menerima bantuan sosial.
Ia mengatakan, pemerintah daerah juga sudah berdiskusi, akan membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materil lainnya.
Loading...
Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan