CELBESMEDIA.ID, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 mencapai 4,45 persen atau setara sekitar 219 ribu orang.
Angka ini mengalami kenaikan 0,24 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang berada di level 4,21 persen yang berada di kisaran 208 ribu orang.
Data tersebut disampaikan dalam rilis resmi Keadaan Ketenagakerjaan Sulawesi Selatan November 2025 yang dipublikasikan BPS Sulsel melalui kanal YouTube pada Kamis (5/2/2026).
Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto menjelaskan peningkatan TPT terjadi di tengah penurunan jumlah angkatan kerja.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 4,92 juta orang, atau berkurang 46,90 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
“Penduduk yang bekerja pada November 2025 sebanyak 4,70 juta orang, turun sekitar 56,73 ribu orang dari Agustus 2025. Meski demikian, lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja terbesar adalah sektor akomodasi dan makan minum, yakni sebesar 48,57 ribu orang,” ujar Aryanto.
Secara tren, TPT Sulawesi Selatan sempat berada di angka 4,90 persen pada Februari 2024, kemudian menurun menjadi 4,19 persen pada Agustus 2024.
Namun, angka pengangguran kembali meningkat pada Februari 2025 hingga 4,96 persen, sebelum kembali turun pada Agustus 2025 dan kembali naik pada November 2025.
Berdasarkan karakteristik penduduk, tingkat pengangguran perempuan masih tercatat lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Pada November 2025, TPT perempuan mencapai 5,10 persen, sementara laki-laki berada di angka 4,03 persen.
Perbedaan juga terlihat berdasarkan wilayah tempat tinggal. Tingkat pengangguran di wilayah perkotaan tercatat sebesar 6,08 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang berada di level 2,84 persen.
Selain itu, BPS mencatat sebanyak 2,99 juta orang atau 63,60 persen penduduk Sulawesi Selatan yang bekerja telah masuk kategori pekerja penuh, yakni bekerja minimal 35 jam per minggu. Sementara itu, jumlah pekerja tidak penuh mencapai 1,71 juta orang atau 36,40 persen.
Dari sisi kualitas pekerjaan, Aryanto menyebutkan adanya perbaikan. Pada November 2025, sebanyak 1,94 juta orang atau 41,18 persen penduduk bekerja telah masuk ke dalam sektor formal. Angka ini meningkat 1,63 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Meski menunjukkan perbaikan di beberapa indikator, BPS mencatat sempat terjadi penurunan cukup tajam pada Agustus 2025. Kondisi ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja di Sulawesi Selatan masih mengalami dinamika sepanjang tahun 2025.
Laporan: Rifki


