Tahun 2027, Kemenkes Akan Targetkan Vaksin HPV pada Anak Laki-Laki Usia 11 Tahun

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menargetkan anak laki-laki usia 11 tahun agar menjalani vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus).

Langkah ini dijalankan oleh Menkes Budi agar mencegah tertular penyakit kanker pada anak.

BACA JUGA:Eks Murid dan Guru Adu Mekanik, Hector Souto Tak Gentar Hadapi Kensuke Takahashi di Semifinal Piala Asia Futsal 2026

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 5 Februari 2026 Lengkap Sinopsis, Banjir Film Aksi-Thriller

"Dan 2027 kita akan mulai usia 11 tahun anak laki-laki. Kita akan mula dengan 11 years boys. Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tapi mereka dapat menularkan penyakitnya," ujar Menkes Budi ditemui di South Quarter, Jakarta Selatan, Rabu 4 Februari 2026.

"Jadi kita mau akselerasi pencegahan dari kanker serviks dengan melakukan kampanye vaksinasi secara aktif. Dengan demikian diharapkan bahwa kanker serviks Indonesia itu bisa turun. Itu adalah beberapa contoh," sambungnya.

BACA JUGA:SERBU! 25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 5 Februari 2026, Klaim Pemain TOTY Eksklusif

BACA JUGA:Gerebek Transaksi di Kalibata City, Polres Tanjung Priok Sita 5.095 Cartridge Etomidate

Selama ini, program vaksinasi HPV untuk siswi SD telah berjalan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Nantinya, perluasan target kepada anak laki-laki ini akan mengikuti pola yang serupa, sehingga memudahkan distribusi dan pencatatan melalui fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah maupun puskesmas.

BACA JUGA:Chelsea Bikin Geger Bursa Transfer: Siapkan Kesepakatan Ganda 2 Bintang Real Madrid Senilai Rp2,3 Triliun

BACA JUGA:3 Cara Pinjam Uang di Bank untuk Mahasiswa Aman dan Terpercaya, Diawasi OJK

Menjelang implementasi penuh di tahun 2027, tantangan terbesar pemerintah adalah memberikan edukasi kepada para orang tua. Masih banyak anggapan keliru yang menyebut bahwa vaksin HPV hanya diperuntukkan bagi perempuan.

Kemenkes berkomitmen untuk menggencarkan sosialisasi bahwa pria juga merupakan pembawa (carrier) virus tersebut yang perlu diproteksi demi kesehatan publik secara luas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Kemendikdasmen: Almarhum Penerima PIP
• 15 menit lalubisnis.com
thumb
Motif Siswa SMPN di Kalbar Lempar Molotov, Dendam ke Teman-temannya karena Sering Dibully
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
KNAI Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Nilai Rawan Politisasi
• 11 jam laludisway.id
thumb
Polda Metro Jaya dan Forkopimda Bersih-bersih Pantai Pulau Tidung Kecil
• 16 jam laludetik.com
thumb
BRIN Mengungkap Potensi Perbedaan Awal Puasa 2026 Dimulai 19 Februari
• 3 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.