Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan Indonesia akan memanfaatkan potensi energi terbarukan yang melimpah untuk meningkatkan investasi pusat data atau data center.
“Saya pikir, semua di ASEAN ingin meningkatkan investasi di pusat data seperti Malaysia di Johor Bahru dan di Thailand,” kata Rosan saat menghadiri acara CNA Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/2).
Rosan mengatakan pemerintah mempersiapkan Batam sebagai pusat investasi data center.
Pada pertengahan 2025, BKPM mendorong para investor untuk membuka pusat data di luar Pulau Jawa, salah satunya mempertimbangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam sebagai lokasi strategis pembangunan pusat data.
Ricky Kusmayadi, saat menjabat Deputi Bidang Teknologi Informasi Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, mengatakan letak geografis Batam yang dekat dengan Singapura. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut sangat potensial untuk menopang ekosistem digital regional.
Berdasarkan Data Center Map yang dibuka pada hari ini (5/2), terdapat 184 data center yang beroperasi di seluruh Indonesia. Jakarta menjadi provinsi dengan data center terbanyak di Indonesia yakni 99.
Sementara selanjutnya terbesar kedua yaitu Batam dengan 15 data center. Selanjutnya Bandung, Surabaya, dan Denpasar masing-masing dengan tujuh data center.
Sementara di Bogor terdapat empat data center. Selanjutnya Bekasi, Pekanbaru, Yogyakarta, Medan, Palembang, dan Makassar masing-masing terdapat tiga data center.
Selanjutnya di Semarang, Bandar Lampung, Banjarmasin, Surakarta, Banda Aceh, Manado, dan Balikpapan terdapat masing-masing dua pusat data. Sementara Jambi, Malang, Serang, Ambon, Cirebon, Jember, Kupang, Madiun, Manokwari, Mataram. Padang, Pontianak, dan Purwakarta memiliki masing-masing satu pusat data.
Indonesia memang menjadi salah satu incaran pelaku usaha pusat data global, lantaran keterbatasan pasokan energi di Singapura, yang selama ini menjadi pusat utama data center di Asia Tenggara.
Kebijakan lokalisasi data di Indonesia dan Thailand juga mendorong pembangunan pusat data domestik, karena data berdampak tinggi wajib disimpan di dalam negeri.
Laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company pun memperkirakan kapasitas data center di Indonesia bertambah 250% dari 330 Megawatt atau MW menjadi 1.155 MW. Rinciannya sebagai berikut:
NegaraKapasitas SebelumnyaTambahan KapasitasTotal Kapasitas BaruKenaikanSingapura1.000 MW+300 MW1.300 MW30%Malaysia690 MW+2.415 MW3.105 MW350%Thailand350 MW+700 MW1.050 MW200%Indonesia330 MW+825 MW1.155 MW250%Filipina180 MW+270 MW450 MW250%Vietnam55 MW+110 MW165 MW200%TOTAL2.208 MW+4.620 MW7.225 MW894%


