Liputan6.com, Jakarta - Program rehabilitasi mangrove yang dijalankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat kemajuan positif hingga akhir 2025.
Salah satu inisiatif utama tersebut adalah Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) yang dirancang untuk memulihkan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.
Advertisement
Program rehabilitasi mangrove ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI pada pilar keberlanjutan, fokus pada kawasan pesisir yang mengalami penurunan tutupan mangrove akibat abrasi, alih fungsi lahan, dan penebangan liar yang mengancam keseimbangan ekosistem.
Program yang berlangsung sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2027 ini mencakup rangkaian kegiatan terintegrasi, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan mangrove secara berkelanjutan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.
“BNI berkomitmen menjalankan program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Okki dilansir Liputan6.com dari laman resmi BNI, www.bni.co.id, Selasa 3 Februari 2026.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir, sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan melalui pemanfaatan mangrove.




