Demi Ketenangan Warga, Shanty Alda Desak Audit Keberadaan Sutet di Bumiayu

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Shanty Alda Nathalia menyoroti isu keselamatan warga terkait keberadaan menara dan jalur lintasan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

?Merespons keresahan masyarakat yang memuncak belakangan ini, Shanty meminta PT PLN dan kementerian terkait untuk tidak memandang sebelah mata potensi risiko yang ada. Dia mendesak adanya langkah konkret berupa audit teknis menyeluruh guna memastikan infrastruktur kelistrikan tegangan tinggi tersebut benar-benar aman bagi pemukiman padat penduduk di sekitarnya.

BACA JUGA: Ketua KPK Sebut Shanty Alda Diperiksa Terkait Dugaan TPPU Abdul Gani Kasuba

Shanty Alda Nathalia menyoroti kekhawatiran mengenai jarak aman serta dampak paparan medan elektromagnetik yang mungkin ditimbulkan oleh posisi sutet tersebut.

Politikus perempuan ini menegaskan bahwa standar keselamatan adalah harga mati yang tidak boleh ditawar. ?Dalam pernyataan resminya, Shanty menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk menuntaskan polemik ini sesegera mungkin.

BACA JUGA: Shanty Alda Peraih Suara Tertinggi di Dapil IX, Formappi: Profilnya Ngeri

?"Kami mendorong PLN bersama kementerian terkait untuk segera melakukan audit teknis menyeluruh, memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta mengambil langkah cepat apabila ditemukan potensi bahaya terkait posisi sutet di Desa Adisana, Bumiayu," ujar dia dalam siaran persnya, Kamis (5/2).

Selain aspek teknis, Shanty Alda Nathalia juga menaruh perhatian besar pada aspek psikologis dan sosial masyarakat terdampak. Menurutnya, ketidakjelasan informasi mengenai tingkat keamanan sutet seringkali menjadi bahan bakar keresahan sosial dan spekulasi liar yang memicu kepanikan.

BACA JUGA: Stres karena Sering Sakit Maag, Pria ini Gantung Diri di Tower Sutet

?Oleh karena itu, Shanty mewajibkan PLN untuk mengedepankan transparansi. Hasil audit nantinya harus dibuka kepada publik agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan keselamatan. Hal ini dinilai sangat krusial mengingat umat muslim akan segera menyambut bulan suci Ramadan.

?"Transparansi kepada masyarakat sangat penting agar tidak menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan. Apalagi sebentar lagi kita akan masuk bulan Ramadan. Warga butuh ketenangan batin untuk beribadah, jangan sampai kekhusyukan mereka terganggu oleh rasa was-was akan ancaman keselamatan dari infrastruktur di atas tempat tinggal mereka," tambah Shanty.

?Sebagai wakil rakyat, Shanty Alda Nathalia memberikan ultimatum bahwa jika dalam audit teknis nanti ditemukan adanya pelanggaran batas aman atau potensi bahaya sekecil apapun PLN harus segera melakukan mitigasi taktis.

?Langkah mitigasi tersebut bisa berupa peninggian menara (tower raising), penguatan struktur, atau solusi rekayasa teknis lainnya yang dapat menjamin keselamatan nyawa manusia di bawahnya secara mutlak. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tingkatkan Layanan, PLN Operasikan SUTET 500 kV PLTU Indramayu–Cibatu Baru


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Amankan 17 Orang dan Uang Asing Dalam OTT, 12 Pegawai Bea Cukai, Sontoloyo
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Putra Mendiang Diktator Muammar Khadafi Tewas Dibunuh di Libya
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
KPI Sebut ASEAN Perlu Pedoman Bersama Hadapi Disrupsi AI
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Hormati Keputusan Keluarga Lexi, Untar Berkomitmen Menyelesaikan Seluruh Persoalan
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Susno Ungkap Respons Prabowo Saat Tahu Ada yang Dapat Kredit Rp5.700 T: Dengan Saya Tidak Bisa!
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.