Dishub Tangsel Sebut Banyak Kabel Fiber Optik Menumpang di Tiang PJU, Bebani Penerangan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan menyoroti keberadaan kabel fiber optik (FO) liar yang menumpang di tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) karena dinilai membebani sistem penerangan jalan.

“Kabel FO yang (pemasangannya) menumpang pada tiang PJU mengganggu jaringan PJU,” ujar Kepala Dishub Tangsel Ayep Jajat Sudrajat dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, Dishub juga menemukan persoalan hilangnya sejumlah komponen PJU, mulai dari kabel, lampu, hingga isi panel.

Baca juga: Kabel Semrawut di Tebet Akhirnya Ditertibkan, Target Dua Bulan Beres

Berbagai persoalan tersebut berdampak pada efisiensi belanja Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Masih terjadi kehilangan kabel, lampu dan isi dari panel,” kata Ayep.

Dishub mencatat, telah melakukan pemeliharaan atau perbaikan pada 6.214 titik lampu di 3.355 lokasi, serta rehabilitasi jaringan PJU di 18 ruas jalan sepanjang 2025.

Namun, proses perbaikan kerap mengalami berbagai terkendala, antara lain akses menuju lokasi yang tidak dapat dijangkau mobil hidrolik atau skylift, kondisi cuaca yang tidak menentu, hingga laporan warga yang sulit ditindaklanjuti.

“Akses menuju lokasi (yang terkendala). Kemudian akses lokasi perbaikan tidak terjangkau mobil skylift. Kondisi cuaca juga tidak menentu,” ujar Ayep.

Di sisi lain, cakupan layanan PJU terus bertambah. Pada 2025, pembangunan PJU mencapai 2.544 titik lampu, terdiri dari 1.444 titik melalui program “Tangsel Terang” dan 1.100 titik dari usulan musrenbang serta reses.

Baca juga: Ketinggian Kabel Semrawut di Sawangan Depok Ditambah 1,5 Meter dengan Bambu Penyangga

Secara total, jumlah PJU di Tangerang Selatan kini mencapai 69.371 titik lampu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ayep menyebut peningkatan jumlah tersebut membuat Dishub harus menjaga keseimbangan antara perluasan layanan dan kemampuan fiskal daerah.

Karena itu, selain efisiensi listrik melalui penggunaan lampu LED dan metering KWH, Dishub juga memperkuat pengendalian pemeliharaan agar biaya tidak membengkak akibat gangguan eksternal seperti pencurian dan kabel FO liar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Strategi Brand Fesyen Lokal Dongkrak Penjualan Jelang Ramadan 2026
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pensiun dari YouTube, Bobon Santoso Jual Akunnya Seharga Rp20 Miliar
• 46 menit laluviva.co.id
thumb
Soal RUU Disinformasi, Supratman: Tak Usah Khawatir, Tak Terkait Kebebasan Pers dan Berekspresi
• 11 menit lalukompas.com
thumb
Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Laut NTT hingga 8 Februari
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Megawati Hadiri Zayed Award Roundtable 2026, Bertemu Banyak Tokoh Dunia
• 11 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.