Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Juda dilantik sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 3M tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih tahun 2024-2029.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Prabowo saat membacakan sumpah diikuti Juda Agung, mengutip Breaking News Metro TV, Kamis, 5 Februari 2026.
"Bahwa saya, dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," sambung Prabowo dan Juda Agung.
Baca juga: Juda Agung Tiba di Istana, Dilantik Jadi Wamenkeu?
(Wamenkeu Juda Agung tiba di Kompleks Istana Kepresidenan. Foto: Antara/Fathur Rochman)
Profil Juda Agung Juda dilantik sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 3M tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih tahun 2024-2029.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Prabowo saat membacakan sumpah diikuti Juda Agung, mengutip Breaking News Metro TV, Kamis, 5 Februari 2026.
"Bahwa saya, dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," sambung Prabowo dan Juda Agung.
Baca juga: Juda Agung Tiba di Istana, Dilantik Jadi Wamenkeu?
(Wamenkeu Juda Agung tiba di Kompleks Istana Kepresidenan. Foto: Antara/Fathur Rochman)
Sebelum diangkat menjadi Wamenkeu, Juda merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Ia memegang jabatan tersebut sejak dilantik pada 6 Januari 2022.
Juda sendiri lahir di Pontianak pada 1964. Setelah menyelesaikan SMA-nya di Surakarta, ia menempuh pendidikan tingginya di Institut Pertanian Bogor (IPB), jurusan Teknik Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, hingga selesai pada 1987.
Selepas meraih gelar sarjana ia melanjutkan pendidikannya ke University of Birmingham, dengan mengambil konsentrasi di bidang Moneter, Keuangan, dan Bank. Dari kampus tersebut ia pun berhasil meraih gelar Master pada 1995 dengan predikat. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di University of Birmingham pada bidang Ekonomi, hingga meraih gelar S3 pada 1999.
Juda mengawali karirnya di Bank Indonesia sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pada 1992-1993, ia menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda. Setelah kembali dari tugas belajar dari University of Birmingham, selama tiga tahun, pada 1999-2002 ia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Kemudian pada 2002-2003, Juda menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Pada 2003-2006 ia menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia. Pada 2007-2008 ia ditempatkan sebagai Advisor kepada Direktur Eksekutif IMF, Washington DC. Balik dari Washington, ia kembali ke Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter.
Pada 2012-2013, ia merupakan Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter yang kemudian pada 2013 ia menjadi Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Pada Februari 2014, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo melantik Juda sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
Juda juga sempat memangku jabatan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat sejak 1 Maret 2017 hingga 13 April 2017, dan selanjutnya meneruskan tugas selaku Direktur Eksekutif di IMF terhitung mulai 1 Mei 2017.
Setelah kembali dari Washington DC, ia menjadi Direktur Eksekutif Kebijakan Makroprudensial, yang kemudian sejak 1 Januari 2020 dipromosikan sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia di bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial.




