Menjelang Jalani Kemoterapi, Pasien Kanker di Depok Kaget BPJS PBI Dinonaktifkan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com – Seorang warga Depok bernama Indah (36) panik setelah menerima notifikasi penonaktifan status BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), tepat saat ia masih harus menjalani kemoterapi rutin akibat kanker payudara yang dideritanya.

Indah mengungkapkan, ia tengah menjalani pengobatan kemoterapi setiap bulan di RS Hermina Depok dan selama beberapa bulan terakhir mengandalkan BPJS PBI untuk menanggung biaya perawatan tersebut.

“Aku itu kanker payudara, jadi lagi rutin kemo. Selama beberapa bulan ini proses kemoterapi pakai BPJS PBI,” ucap Indah saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Depok, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: PBI Nonaktif, Warga Depok Bayar Tunggakan Rp 1,9 Juta Buat Pindah BPJS Mandiri

Menurut Indah, status BPJS PBI yang baru ia miliki sekitar satu tahun itu tiba-tiba dinonaktifkan. Bersamaan dengan penonaktifan tersebut, muncul informasi adanya tunggakan sebesar Rp 1,9 juta.

Tunggakan tersebut diduga berasal dari iuran BPJS mandiri yang sempat dimiliki Indah sebelum terdaftar sebagai peserta BPJS PBI. Saat status PBI dinonaktifkan pada awal Februari 2026, tunggakan itu kembali muncul dan harus dilunasi agar ia bisa mendaftar ulang sebagai peserta BPJS reguler.

“Saya dulu emang ada BPJS mandiri terus nunggak dan enggak lama masuk PBI. Ternyata ini pas balik ke reguler, tunggakan itu masih ada,” ujar Indah.

Dalam kondisi kesehatan yang belum stabil, Indah mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain segera menyelesaikan persoalan administrasi BPJS. Ia khawatir pengobatannya terganggu jika kepesertaannya tidak segera aktif kembali.

Karena itu, Indah memutuskan melunasi tunggakan tersebut dan mendaftar kembali sebagai peserta BPJS reguler kelas 3 dengan iuran Rp 35.000 per bulan agar tetap bisa menjalani pengobatan pada pekan ini.

“Maunya balik PBI tapi kalau ke kelurahan terus nunggu survey ulang, mana belum tentu lolos (survey), jadi saya bayar aja tadi tunggakannya,” jelas Indah.

Baca juga: Sudah 5 Hari, Kantor BPJS Kesehatan Depok Dipadati Warga Usai PBI Dinonaktifkan

Kompas.com telah mencoba meminta tanggapan dari pihak BPJS Kesehatan Depok dengan mendatangi kantor setempat serta menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Depok Devi Maryori. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban resmi yang diberikan.

Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan suasana Kantor BPJS Kesehatan Depok cukup padat. Sejumlah warga terlihat memenuhi kursi tunggu di depan meja resepsionis.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Antrean panjang juga tampak mengular menuju ruang pengambilan nomor antrean. Di dalam ruangan, warga kembali berbaris sesuai dengan jenis layanan yang dibutuhkan.

Petugas keamanan terlihat aktif mengarahkan warga yang kebingungan terkait prosedur pelayanan, terutama bagi pemohon yang baru pertama kali mengurus administrasi BPJS Kesehatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Listrik di Ukraina Padam Usai Serangan Rusia, Ribuan Orang Kedinginan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Profil Jeffrey Epstein yang Skandalnya Jadi Sorotan karena Menyeret Elite Dunia
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Belum Sempat Dijemput, Pria Asal Surabaya yang Hilang 10 Tahun Meninggal di Sleman
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tukang Bangunan Sebut Banyak Warga Beralih dari Genteng ke Atap Modern, Ini Alasannya
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Prioritaskan Literasi, Jangan Memprioritaskan Akreditasi
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.