Pelukan Erat Bahlil Usai Adies Kadir Dilantik Jadi Hakim Konstitusi

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen akrab Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terpotret saat Adies Kadir resmi menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Eks Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu resmi menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usai membacakan sumpah jabatan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.

Prosesi pembacaan sumpah jabatan Adies Kadir digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026) sore.

Selepas acara pembacaan sumpah, Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming serta sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih termasuk Bahlil pun menyalami dan mengucapkan selamat ke Adies.

Dari pantauan Kompas.com, kegiatan penyampaian selamat diawali oleh Prabowo dan Gibran.

Baca juga: Di Hadapan Prabowo, Adies Kadir Baca Sumpah Jabatan Jadi Hakim MK

Tepat saat momen Bahlil mengucapkan selamat ke Adies, keduanya tampak akrab disertai senyuman lebar.

Salam hormat dari Adies pun dibalas Bahlil dengan memberi sikap hormat dan senyuman lebar kepada mantan kadernya itu.  Bahlil kemudian menyalami dan memeluk erat Adies.

Sembari berpelukan keduanya juga menempelkan pipi kanan dan kiri atau cipika-cipiki.

Selama itu juga, beberapa kali Bahlil tampak menepuk-nepuk punggung Adies secara lembut.

Sebagai informasi, Adies Kadir merupakan mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar. Adies juga sebelumnya menjabat Pimpinan DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Namun, kini Adies sudah mundur dari jabatan-jabatan strategisnya baik di Partai Golkar maupun di DPR RI.

Baca juga: Sebelum Ditikung Adies Kadir, Mahfud Sebut MK Sudah Siapkan Sambutan untuk Inosentius

Tegaskan Tidak akan Menangani Kasus Konflik Kepentingan

Selepas resmi menjabat Hakim MK, Adies menegaskan tidak akan menangani kasus-kasus yang memiliki konflik kepentingan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Tentunya kalau di Mahkamah Konstitusi itu kan ada aturan-aturan ya. Kalau terkait dengan dianggap ada conflict of interest, pasti otomatis hakim akan mengundurkan diri dari panel atau majelis tersebut," kata Adies selepas acara.

"Ya, kemungkinan saya juga akan mengambil langkah seperti itu kalau ada kasus-kasus terkait dengan Partai Golkar," lanjut dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Membayangkan Indonesia 2045: Generasi Muda dalam Ujian Pragmatisme
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Juda Agung Resmi Jadi Wamenkeu Penggganti Thomas Djiwandono
• 3 jam laludisway.id
thumb
Boiyen Proses Cerai: Pisah Rumah dari Suami, Komunikasi Bermasalah selama Menikah
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Angin Kencang Terjang 3 Desa di Jombang, Belasan Rumah Rusak
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 20 Unit TransJabodetabek Rute Blok M-Soekarno Hatta
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.