JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana mempercepat waktu jeda keberangkatan atau headway kereta rel listrik (KRL) lintas Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi 4–8 menit dinilai memungkinkan, tetapi membutuhkan sejumlah prasyarat teknis yang tidak sederhana.
Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana menyebutkan, setidaknya ada empat langkah utama yang perlu dilakukan untuk mendukung kebijakan tersebut, mulai dari penguatan daya listrik hingga penataan perlintasan sebidang.
“Pertama, diperlukan peningkatan daya listrik dan penambahan jaringan listrik seperti gardu dan sumber tenaga listrik di sepanjang lintasan KRL,” ujar Aditya saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (5/2/2025).
Baca juga: Pengamat: Headway KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Idealnya 4-6 menit
“Ini agar jumlah sarana KRL yang dioperasikan pada satu ruas lintasan dapat lebih banyak dan rapat. sehingga jeda antar perjalanan KRL dapat dikurangi dan frekuensi operasi KRL dapat ditingkatkan setidaknya menjadi 4-6 menit sekali,” jelasnya.
Langkah kedua, lanjut Aditya, adalah modernisasi sistem persinyalan agar sistem blok operasional KRL dapat bekerja lebih optimal.
Dengan persinyalan yang lebih modern, satu petak lintasan antarstasiun bisa melayani lebih banyak rangkaian KRL secara aman, sehingga frekuensi perjalanan dapat ditingkatkan.
Jika dua aspek tersebut terpenuhi, tahap berikutnya adalah penambahan jumlah sarana KRL yang beroperasi, sekaligus penambahan stasiun untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan KRL di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.
“Jika keduanya sudah dilakukan, selanjutnya perlu penambahan sarana KRL yang beroperasi serta jumlah stasiun untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan KRL di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung,” tutur Aditya.
Adapun langkah keempat, menurut dia, adalah penutupan atau pengurangan perlintasan sebidang dengan membangun jalan layang (fly over) atau lintas bawah (underpass).
Upaya ini penting untuk meningkatkan keselamatan sekaligus menjaga kecepatan dan frekuensi perjalanan kereta.
Baca juga: 20 Bus Transjabodetabek Layani Rute Blok M-Bandara Soetta, Headway 5-10 Menit
Di sisi lain, Aditya mengingatkan, pemerintah akan menghadapi tantangan dalam hal alokasi anggaran serta masa peremajaan infrastruktur KRL yang tidak singkat.
“Dan tentu ada potensi penyesuaian jadwal serta gangguan perjalanan KRL ketika proses revitalisasi infrastrukturnya,” tambah Aditya.
Sebelumnya diberitakan, headway KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung direncanakan dipercepat menjadi 4–8 menit.
Rencana tersebut merupakan hasil kajian dan proyeksi penumpang KRL hingga 2035 yang dilakukan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta (BTP) bersama sejumlah instansi pada 28 Januari 2028.
Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi @btpjakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menargetkan headway baru mulai diterapkan pada pertengahan 2029.




