JAKARTA, KOMPAS.com – Pengerjaan proyek pembangunan flyover (jalan layang) di Jalan Raya Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, membuat arus lalu lintas hampir tak bergerak pada Kamis (5/2/2026) sore.
Sejumlah pengendara mengaku kelelahan karena terjebak macet hingga dua jam hanya untuk melintasi ruas jalan tersebut.
Fathur (36), seorang pengemudi truk kontainer, mengaku membutuhkan waktu dua jam untuk menempuh jarak 1 km.
"Saya sudah dua jam dari depan Seasons City tadi, Mas. Benar-benar enggak gerak. Macet banget karena ada pembangunan ini," ujar Fathur saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.
Baca juga: Ada Proyek Konstruksi, Flyover Latumenten Macet Parah
Fathur yang biasanya mengantar logistik rute luar kota ke Semarang, mengaku kaget dengan kondisi lalu lintas di Latumeten. Ia pun mengaku kelelahan dan kelaparan karena tak bisa menepi untuk mencari makanan.
"Biasanya saya jarang lewat sini, jadi enggak tahu kalau daerah sini parah begini. Capek, laper juga ini," keluhnya.
Rofi (33) seorang juru parkir di sekitar lokasi menyebut kemacetan sudah terjadi sejak Kamis pagi. Menurut dia, kemacetan yang mengular adalah hal biasa sejak pelaksanaan proyek pembangunan flyover Latumeten.
"Dari tadi, macetnya parah soalnya cuma bisa satu jalur. Udah dari tadi pagi," kata Rofi.
Sementara itu, Sadam (25) seorang warga yang sering melintas ke arah Grogol pun mengeluhkan semrawutnya lalu lintas di kawasan Jalan Latumeten.
"Ini dari awal tahun pas udah mulai proyek macet banget. Tapi belakangan ini makin parah, pas ada crane ini jadi makan jalan kan," kata Sadam kepada Kompas.com.
Ia mempertanyakan mengapa pemerintah tak mengantisipasi kemacetan yang parah saat merencanakan pembangunan flyover tersebut.
Padahal, sebelum adanya proyek pun jalanan tersebut sudah menjadi langganan kemacetan parah akibat penumpukan kendaraan dan perlintasan kereta.
Baca juga: Flyover Bakal Dibangun di Daan Mogot, Warga: Kurang Efektif Atasi Macet
"Harusnya dari awal dipikirin lah. Dari dulu juga ini tempatnya macet, kalau mau bikin flyover harusnya dibikin apa gitu, dialihin jalannya, jangan lewat sini semua, terutama yang gede-gede," ucapnya.
Sadam pun meminta pemerintah, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk turun tangan mengatasi macet yang terjadi di Latumeten. Misalnya, menerapkan rekayasa arus lalu lintas seperti saat menangani macet yang melanda kawasan TB Simatupang.
"Kemarin kalau macetnya di TB Simatupang, di pusat, Jaksel, cepet banget, gubernur sampe ngebuka tol. Sekarang mana? Enggak keliatan," kata dia.
"Kalau memang peduli sama masalah macet, coba diurusin lah biar enggak pada tua di jalan ini yang lewat sini," ujar Sadam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493993/original/095505200_1770274008-IMG_6550.jpeg)

