Badan Bahasa ubah definisi sawit jadi pohon, ilmu botani tunjukkan perbedaannya dengan pohon asli

brilio.net
2 jam lalu
Cover Berita

Brilio.net - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa secara resmi melakukan perubahan makna terhadap kata "sawit" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jika sebelumnya sawit didefinisikan sebagai tanaman atau tumbuhan, kini definisi tersebut bergeser menjadi lebih spesifik sebagai "pohon". Langkah redefinisi ini memicu diskusi hangat di berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga warganet.

Perubahan Entri dan Redefinisi dalam KBBI Terbaru

Dalam pembaruan KBBI edisi Oktober 2025, Badan Bahasa menambahkan sebanyak 3.259 entri baru. Selain munculnya istilah unik seperti 'kapitil' (lawan kata kapital), perubahan pada kata 'sawit' menjadi sorotan utama.

BACA JUGA :
Viral pria lulusan universitas top IPK cumlaude, kini bahagia jadi petani, ini kisah lengkapnya


Kini, KBBI mendefinisikan sawit¹ sebagai:

"Pohon yang menyerupai kelapa, bunganya berupa tandan bercabang dengan kandungan minyak digunakan sebagai bahan pembuat minyak, mentega, sabun, kelapa bali (Elaeis guineensis)".

Sebelumnya, sawit hanya didefinisikan secara umum sebagai tumbuhan dengan bunga berupa tandan berwarna merah kehitaman yang mengandung minyak. Meski definisinya berubah, keduanya tetap merujuk pada spesies ilmiah yang sama, yaitu Elaeis guineensis.

BACA JUGA :
Trik cegah hama ulat di tanaman sawi agar daunnya tak berlubang cuma dengan 3 bahan dapur ini

Perspektif Botani: Sawit Bukan Pohon Sejati

foto ilustrasi: Gemini AI

Perubahan istilah menjadi "pohon" dinilai kurang tepat jika dilihat dari kacamata botani murni. Pakar botani menjelaskan bahwa kelapa sawit sebenarnya termasuk dalam kelompok palma-palmaan. Secara kekerabatan genetik, sawit justru lebih dekat dengan kelompok rumput-rumputan dibandingkan dengan pohon kayu pada umumnya.

Dalam ilmu botani, seperti dikutip dari brilio.net dari Instagram @greenpeaceid, pohon sejati" (true tree) memiliki karakteristik spesifik yang tidak dimiliki sawit, antara lain:

- Memiliki kambium vaskular (vascular cambium).
- Mengalami pertumbuhan sekunder sehingga diameter batang bertambah lebar seiring waktu.
- Membentuk jaringan kayu (secondary xylem) sebagai komponen dominan pada batang.

Secara ilmiah, sawit lebih tepat dikategorikan sebagai "tumbuhan menyerupai pohon" (arborescent), namun bukan termasuk pohon berkayu.

Risiko Dampak Kebijakan dan Isu Lingkungan

Redefinisi makna ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat lingkungan. Penggunaan istilah "pohon" untuk sawit dinilai kontradiktif dan berisiko mengaburkan batasan deforestasi dalam kebijakan ketatanegaraan. Jika sawit dianggap sebagai pohon, dikhawatirkan akan muncul kelonggaran regulasi terhadap ekspansi lahan perkebunan yang dapat berdampak pada tata kelola hutan di Indonesia.

FAQ Definisi Sawit1. Apa perbedaan utama antara tumbuhan palma (sawit) dengan pohon kayu keras?

Tumbuhan palma tidak memiliki kambium, sehingga batangnya tidak mengalami pertumbuhan sekunder atau melebar seperti pohon kayu keras (dikotil).

2. Apakah perubahan definisi di KBBI selalu mengikuti klasifikasi ilmiah botani?

Tidak selalu. KBBI sering kali mendefinisikan kata berdasarkan penggunaan fungsional di masyarakat (leksikografi), sementara botani menggunakan klasifikasi biologis yang ketat.

3. Selain 'sawit', apa saja contoh kata baru unik di KBBI edisi Oktober 2025?

Salah satu kata baru yang menarik perhatian adalah 'kapitil', yang diperkenalkan sebagai antonim atau lawan kata dari 'kapital' (huruf besar).

4. Bagaimana klasifikasi sawit jika tidak disebut sebagai pohon sejati?

Dalam literatur ilmiah, sawit disebut sebagai tumbuhan arborescent atau tumbuhan monokotil yang tumbuh tinggi menyerupai bentuk pohon.

5. Mengapa perubahan definisi kata 'sawit' berpengaruh pada kebijakan negara?

Definisi bahasa dalam dokumen legal sering menjadi acuan kebijakan. Jika sawit didefinisikan sebagai pohon, maka perkebunan sawit berisiko diklaim sebagai hutan, yang dapat melonggarkan aturan pembukaan lahan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sebelum OTT, Menkeu Purbaya Sudah Wanti-Wanti Pejabat Pajak
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wow...! Ekonomi Sulsel 2025 Tumbuh 5,43% Lampaui Kinerja Nasional
• 6 jam lalucelebesmedia.id
thumb
PM Inggris: Mantan dubes Mandelson bohong soal hubungan dengan Epstein
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Periksa Guru Sekolah Siswa SD di NTT yang Bunuh Diri, Cek Dugaan Bullying
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Media Belanda Sebut Mauro Zijlstra Bisa Jadi Solusi Persija untuk Menyalip Persib di Jalur Juara BRI Super League
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.