Kemenkes Lengkapi RSUD Terpencil dengan Alkes Rp20 Miliar

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan rumah sakit umum daerah (RSUD) yang dibangun di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga dilengkapi dengan peralatan kesehatan berstandar layanan rumah sakit tipe C.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan, setiap RSUD yang siap diresmikan dilengkapi alat kesehatan dengan nilai sekitar Rp20 miliar. Saat ini, sebagian besar alat kesehatan tersebut telah tiba di lokasi, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman.

“Selain membangun gedung, kami juga melengkapi dengan alat kesehatan senilai Rp20 miliar. Beberapa alat sudah datang dan terpasang, sementara sebagian masih dalam perjalanan,”kata Azhar dalam keterangan yang diterima tvrinews di Gedung kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari 2026.

Azhar menjelaskan, sejumlah peralatan utama seperti tempat tidur pasien dan monitor pasien telah tiba di rumah sakit. Namun, beberapa alat berteknologi tinggi, seperti catheterization laboratory (cath lab), masih dalam proses pengiriman karena membutuhkan waktu dan penanganan khusus.

“Yang agak sulit itu memang cath lab, tapi sedang dalam perjalanan. Insyaallah semuanya segera masuk dan siap digunakan,”lanjutnya.

Kemenkes memastikan distribusi alat kesehatan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan kesiapan bangunan rumah sakit yang akan segera diresmikan Presiden.

Komitmen Pemerintah Tingkatkan Layanan Kesehatan

Sementara itu, Juru Bicara Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Adita Irawati menegaskan, pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah terpencil merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor kesehatan.

Adita mengaku terkesan dengan percepatan pembangunan rumah sakit yang sebelumnya hanya berupa lahan kosong saat groundbreaking tahun lalu, namun kini telah berdiri dengan fasilitas modern, bahkan dinilai melampaui standar sejumlah rumah sakit di perkotaan.

“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam Program Hasil Terbaik Cepat yang digagas Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran,”ungkap Adita.

Ia menjelaskan, terdapat tiga program PHTC di sektor kesehatan, yakni cek kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas, serta eliminasi tuberkulosis (TBC). Ketiga program tersebut dikawal secara khusus oleh Bakom RI agar tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

“Program yang baik harus dikomunikasikan secara luas. Masyarakat perlu tahu dan memahami apa yang sedang dan akan dilakukan pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan,”ucapnya.

Adita menambahkan, Bakom RI akan terus berkolaborasi dengan Kemenkes dalam mengawal komunikasi dan edukasi publik, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Di Tengah Tekanan Global, Kredit BNI Melonjak Hampir 16 Persen
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Kejagung Bakal Pelajari Laporan Terkait Genosida Israel Terhadap Warga Palestina
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Naik atau Turun? Cek Daftar Terbaru Harga Emas Pegadaian pada 5 Februari 2026
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Titik Panas di Riau Melonjak, Jadi 160 Titik
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PAN Tawarkan Sosok Zulkifli Hasan untuk Dampingi Prabowo di Pemilu 2029, Ini Alasannya
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.