Warga Sebut Pengendara Lawan Arah di Pertigaan Gading Serpong Terjadi Setiap Hari

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Aksi pengendara sepeda motor lawan arus di Pertigaan Gading Serpong, Tangerang Selatan, disebut terjadi setiap hari, dari pagi hingga malam.

Sami (54), pengendara ojek pangkalan di sekitar lokasi, mengatakan bahwa pelanggaran tersebut sudah berlangsung lama dan kerap dilakukan pengendara roda dua yang hendak menuju wilayah Alam Sutera.

“Setiap hari, jam berapa pun mereka lawan arah. Dari pagi sampai malam,” kata Sami saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Ada Proyek Konstruksi, Flyover Latumenten Macet Parah

Menurut dia, pengendara biasanya baru tertib ketika polisi tengah berjaga di lokasi, terutama pada saat jam berangkat dan pulang kerja.

Namun, setelah penjagaan selesai dan polisi meninggalkan lokasi, pelanggaran kembali terjadi.

“Berhenti kalau ada polisi doang. Kalau enggak ada polisi, ya balik lawan arah lagi,” kata dia.

Para pengendara, terutama roda dua, kerap nekat melawan arus meski putaran balik resmi di depan PT Tifico tidak terlalu jauh, sekitar satu kilometer dari pertigaan.

Aksi pelanggaran tersebut biasanya terjadi secara beramai-ramai, terutama saat arus dari arah Alam Sutera menuju Kota Tangerang sedang berhenti karena lampu lalu lintas.

“Pas yang dari Alam Sutera lampu merah, langsung nyamber lawan arah semuanya,” jelas dia.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena sering memicu kecelakaan lalu lintas di pertigaan Gading Serpong.

Baca juga: Terjebak Dua Jam di Latumeten, Warga Kesal Macet Parah akibat Proyek Flyover

“Bahaya juga, sering ada yang tabrakan. Dulu pernah sampai ada yang meninggal,” kata Sami.

Hal senada disampaikan oleh Ade (48), pengendara ojek pangkalan lainnya. Ia mengatakan, aksi melawan arus di pertigaan tersebut sudah menjadi masalah lama dan sulit diatasi.

“Ini sudah lama. Polisi juga sebenarnya sudah kebingungan. Habis dijaga polisi, eh begitu lagi,” kata Ade.

Menurut Ade, penutupan sementara pertigaan yang pernah dilakukan sempat menghentikan pelanggaran tersebut.

Namun, langkah itu justru menimbulkan masalah baru, yakni terganggunya kelancaran arus lalu lintas.

“Waktu ditutup kemarin, enggak ada yang lawan arah sama sekali. Jeleknya ya lalu lintas jadi agak tersendat,” jelas dia.

Bagi Ade, kondisi tersebut terjadi karena bukan pada kurangnya fasilitas pengawasan, melainkan rendahnya kesadaran pengendara.

Baca juga: Viral Pria Curi Ponsel dan Emas 125 Gram di Rusun Tanah Abang, Ini Penjelasan Polisi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Maka dari itu, ia berharap ada evaluasi dari polisi untuk mencari solusi yang lebih efektif agar pelanggaran lalu lintas di wilayah tersebut tidak terus berulang.

Water barrier sudah dipasang, kamera juga ada, tapi tetap saja. Sebenarnya balik lagi ke kesadaran pengendaranya,” ucap Ade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
"Debt Collector" dalam Desakan Ekonomi dan Stigma
• 6 jam lalukompas.id
thumb
MAKI Dukung Purbaya Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai Usai Ada OTT KPK
• 12 jam laludetik.com
thumb
Media Belanda Sebut Mauro Zijlstra Bisa Jadi Solusi Persija untuk Menyalip Persib di Jalur Juara BRI Super League
• 5 jam lalubola.com
thumb
Skandal Epstein Seret Nama Putri Beatrice dan Putri Eugenie
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kumpulkan Mantan Menlu dan Pegiat Diplomasi di Istana, Prabowo Presiden Tegaskan Arah Politik Luar Negeri
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.