Video ceramah ini mengingatkan kita bahwa dusta sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar,
bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan generasi setelah kita.
Tanpa disadari, kebiasaan berbohong justru kerap diajarkan oleh orang tua kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya sederhana namun menusuk hati. Ketika ada tukang es krim lewat dan anak merengek minta dibelikan, orang tua malah berkata, “Itu penculik.” Padahal jelas bukan.
Kebohongan kecil yang dianggap wajar ini, jika terus diulang, perlahan menanamkan satu hal berbahaya di hati anak: berbohong itu boleh jika ada alasan.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa dusta adalah sumber dari berbagai keburukan dan kemaksiatan.
Bahkan ada kisah seseorang yang dikenal sering bermaksiat dan berulang kali gagal bertobat.
Ia datang kepada Rasulullah SAW dengan hati penuh penyesalan, meminta satu amalan sederhana agar bisa berhenti dari dosa-dosanya.
Jawaban Rasulullah SAW sangat singkat namun luar biasa dalam maknanya:
“L takzib.” Jangan berbohong.
Awalnya amalan itu terasa terlalu mudah. Namun malam harinya, ketika dorongan maksiat datang, ia teringat bahwa esok hari akan bertemu Rasulullah SAW.
Jika ia berbuat dosa lalu jujur, ia malu. Jika ia berkata tidak, berarti ia berdusta. Akhirnya, ia memilih untuk tidak melakukan maksiat.
Hal itu terus berulang, hingga tanpa disadari, kejujuranlah yang menghentikan seluruh pintu dosa dalam hidupnya.
Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,
“Dosa-dosa itu bersaudara, dan induknya adalah dusta.”
Artinya, ketika dusta diputus, satu per satu pintu kemaksiatan akan tertutup dengan sendirinya.
Ceramah ini menjadi pengingat lembut bagi kita semua sebagai orang tua, pendidik, dan pribadi berimanbahwa menjaga kejujuran bukan hanya soal berkata benar, tapi tentang menyelamatkan iman, akhlak, dan masa depan generasi kita.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum



