Kepala Desa Diminta Aktif Pantau Kelompok Rentan Cegah Kejadian Tragis di NTT Terulang

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta kepala desa aktif memantau serta mengawasi kondisi kelompok masyarakat rentan.

Prasetyo mengatakan, langkah proaktif di tingkat desa dan kelurahan diperlukan guna membantu pemerintah pusat mempercepat pengentasan kemiskinan.

“Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah,” kata Prasetyo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Menlu Sebut Iuran Dewan Perdamaian Bisa Diangsur, Dimulai Tahun Ini

Menurut dia, pemantauan aktif tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa-peristiwa memprihatinkan seperti kasus anak SD yang bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami memastikan, kalaupun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan, terutama yang paling bawah, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” imbuh Prasetyo.

Ia menegaskan pemerintah menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan yang selama ini dijalankan.

“Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh gitu. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” tutur dia.

Diketahui, seorang anak berusia 10 tahun dengan inisial YBS tewas dan diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Kamis (29/1/2026) siang.

Baca juga: Prabowo Inginkan Two State Solution, Bakal Keluar Dewan Perdamaian jika Tak Sejalan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelum kejadian, siswa yang baru duduk di bangku kelas IV tersebut sempat meminta uang kepada sang ibu untuk membeli buku dan pulpen, sebagaimana dilaporkan Kompas.id pada Senin (2/2/2026). Tapi, permintaan itu tak bisa dikabulkan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kasus ini menyedot perhatian publik secara meluas, bahkan ada anggota DPR yang mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk usut tuntas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
• 13 jam lalusuara.com
thumb
KPK Mulai Kuak Teka-teki Aktivitas Ridwan Kamil ke Luar Negeri, Nama Aura Kasih Ikut Terseret
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Emiten Minta Kenaikan Free Float 15% Pelan-Pelan, Ini Alasannya
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Get The Look: Inspirasi Gaya Kasual Feminin yang Simple Ala Yerin Ha
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dedikasi Kerja hingga Larut Malam Seskab Teddy Patut Dicontoh Jajaran Kabinet Merah Putih
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.