SEBANYAK 255 unit rumah di Dusun Gondang dan Dusun Tikung, Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tergenang banner luapan Kali Pacal, Rabu (4/2) malam.
Banjir juga mengakibatkan sejumlah fasilitas umum (fasum) terdampak genangan dengan ketinggian hingga 50 sentimeter.
Luapan Kali Pacal itu dipicu hujan deras dengan intensitas lama intensitas lama ini membuat permukiman warga serta jalan kampung terendam banjir bercampur lumpur selama 5 jam.
Baca juga : Air Belum Surut, 29 RT dan 3 Jalan Masih Terendam hingga Selasa Sore
Tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Hingga Kamis (5/2) pagi warga bersama petugas terkait membersihkan material air lumpur sisa banjir.
"Iya, banjir ini akibat luapan Kali Pacal," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Ristony Eka Putra, Kamis (5/2) siang.
Menurut dia, banjir yang melanda dua dusun di Kecamatan Gondang itu diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Gondang pada, Rabu petang. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya lonjakan debit air pada anak dan sungai Kali Pacal mulai dari hulu di Dusun Sukun, Desa Sambongrejo sampai dengan hilir di Dusun Gondang/Desa Gondang.
Baca juga : 5 Kecamatan di Bojonegoro Tergenang Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo
Hal ini mengakibatkan luapan Kali Pacal yang terjadi di Dusun Gondang (Lorkali), Desa Gondang dan menggenangi ratusan rumah warga. Di Dusun ini, banjir mengenangi rumah warga multi RT 1 sampai RT 4 dan RT 5 sampai RT 8 serta RT 11 dengan jumlah rumah terdampak mencapai 233 rumah.
Banjir juga merendam jalan poros kecamatan, jalan lingkungan dan beberapa fasilitas umum. Personel BPBD, lanjut dia, juga sudah diturunkan keep lokasi untuk melakukan pendataan dan menyerahkan bantuan berupa 15 paket sembako.
Banjir juga terjadi di Dusun Tikung dengan jumlah rumah terdenang 22 unit. Dampak banjir bercampur lumpur merendam juga jalan poros kecamatan sepanjang 30 meter dengan 50 cm.
Termasuk mengenangi sejumlah fasum antara lain, puskesmas, masjid dan gedung serbaguna. Sejak Kamis pagi, warga bersama BPBD, aparat terkait melakukan pembersihan material lumpur yang tersisa akibat banjir.
"Untuk saat ini air luapan yang menggenangi rumah sudah surut dan jalan sudah surut diperkirakan surut pukul 21.00 WIB. Tidak ada korban jiwa. Kerugian materiel masih dalam pendataan," pungkasnya. (YK/E-4)




