JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI menyoroti konstruksi jalan di Jakarta belum mampu bertahan ketika terendam banjir, sehingga kerusakan terus berulang dan membahayakan keselamatan warga.
Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengatakan, Dinas Bina Marga perlu memperhatikan kualitas konstruksi agar jalan tidak mudah rusak ketika tergenang.
"Apabila setiap banjir jalan (di Jakarta) kembali mengalami kerusakan, kondisi ini perlu dievaluasi secara serius," kata Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth kepada Kompas.com, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Jalan Rusak di Kota Tangerang Ditambal Pakai Paving Block
Kenneth menyampaikan, pendataan menyeluruh terhadap ruas-ruas jalan di Jakarta terdampak banjir perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan berulang akibat konstruksi yang belum memadai.
Pasalnya, setelah hujan ekstrem beberapa waktu lalu, sejumlah jalan mengalami kerusakan cukup parah.
Beberapa di antaranya berada di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, seperti Jalan Gedong Panjang dan Mitra Bahari, serta sejumlah titik di Jakarta Barat.
"Ketika kondisinya rusak dan tidak segera ditangani, dampaknya sangat luas, mulai dari kemacetan, meningkatnya risiko kecelakaan, hingga naiknya biaya transportasi masyarakat," ujar Kenneth.
Ia menyebut banjir memang mempercepat kerusakan jalan. Namun, persoalan itu tidak bisa sepenuhnya disalahkan pada faktor alam karena banjir di Jakarta terjadi berulang.
Perencanaan konstruksi yang tahan genangan, sistem drainase optimal, serta pemeliharaan rutin dinilai harus diperkuat.
"Perbaikan darurat memang perlu untuk mencegah kecelakaan, tetapi solusi permanen harus jadi fokus utama. Jangan sampai setiap tahun kita hanya melakukan tambal sulam tanpa perbaikan yang berkelanjutan," tutur Kenneth.
Baca juga: Rano Karno Minta Maaf Perbaikan Jalan Rusak di Jakarta Dicicil
Selain kualitas konstruksi, Kenneth juga menyoroti transparansi penggunaan anggaran perbaikan jalan serta mendorong pengawasan ketat agar pembangunan lebih tahan lama.
Penanganan jalan juga diminta terintegrasi dengan pengendalian banjir, mulai dari normalisasi dan naturalisasi sungai, perbaikan drainase, pengendalian tata ruang, hingga penegakan aturan alih fungsi lahan.
"Tanpa penanganan banjir yang serius dan berkelanjutan, perbaikan jalan akan terus mengulang siklus kerusakan yang sama. Saya berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong kebijakan yang berpihak pada keselamatan serta kenyamanan warga," ucap Kenneth.
Di sisi lain, data kepolisian menunjukkan jalan rusak masih memicu kecelakaan. Sepanjang 1–28 Januari 2026, tercatat 27 kecelakaan lalu lintas terjadi akibat jalan berlubang.
"Sepanjang periode 1 Januari hingga 28 Januari 2026, tercatat 27 kejadian kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kondisi jalan berlubang," ucap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, Kamis (29/1/2026).



